BBC navigation

Sudan janji akhiri konflik bersenjata dengan Sudan Selatan

Terbaru  4 Mei 2012 - 11:51 WIB

Tentara Sudan Selatan melakukan patroli di kawasan sengketa.

Sudan berjanji mengakhiri konflik bersenjata dengan Sudan Selatan serta mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB.

Tetapi Kementrian Luar Negeri Sudan menyatakan, mereka berhak membalas jika Sudan Selatan menyerang.

Pernyataan ini dikeluarkan beberapa jam setelah wilayah Juba dihujani bom oleh pesawat-pesawat Sudan.

Resolusi PBB pada Rabu (02/05), yang didukung rencana Uni Afrika, menuntut agar kedua pihak menghentikan permusuhan, di tengah kekhawatiran yang dilontarkan negara-negara di kawasan itu.

Dewan Keamanan PBB menyerukan komitmen tertulis dari pemimpin Sudan dan Sudan Selatan dalam waktu 48 jam untuk mengakhiri bentrokan bersenjata. Jika seruan ini tidak ditaati, dua negara itu akan diberi sanksi.

Sudan Selatan menyatakan siap menjalankan resolusi PBB.

Wartawan BBC di Khartoum, James Copnall mengatakan, kedua pihak yang berseteru tampaknya bersedia berunding, walau suasana tegang masih mewarnai hubungan keduanya.

Tarik pasukan

Dalam pernyataannya, juru bicara Kementrian Luar Negeri Sudan mengatakan, "berkomitmen sepenuhnya terhadap resolusi PBB untuk menghentikan permusuhan dengan Sudan Selatan sesuai batas waktu yang dikeluarkan".

Meskipun bersedia kembali ke meja perundingan, Sudan dan Sudan Selatan saling tuduh soal serangan bersenjata.

Dia menambahkan, Sudan mengharapkan "Sudan Selatan berkomitmen pula untuk mengakhiri permusuhan dan menarik pasukannya dari wilayah sengketa".

Dalam resolusi DK PBB, kedua negara memiliki waktu sampai Selasa (08/05) depan untuk memulai negosiasi dan diberi batas waktu sampai tiga bulan untuk mencapai kesepakatan.

Wartawan BBC mengatakan, kedua negara sejauh ini telah berkomitmen untuk mematuhi resolusi PBB, meskipun Sudan menuduh Sudan Selatan masih melakukan serangan belakangan

Sementara, Sudan Selatan mengatakan, pesawat tempur Sudan menghujani bom wilayah mereka, selain serangan militer di daratan.

Krisis politik dua negara ini muncul ke permukaan ketika Sudan Selatan menyita ladang minyak yang disengketakan di wilayah Heglig.

Sebelumnya ladang minyak Heglig diakui dunia internasional sebagai wilayah Sudan, namun belakangan menjadi perdebatan setelah Sudan Selatan berdiri, karena batas wilayah kedua negara di sekitar ladang minyak itu masih belum terlalu jelas.

Sudan Selatan mengambil sebagian besar cadangan minyak ketika memisahkan diri pada Juli 2011, tetapi tergantung pada jaringan pipa di wilayah Sudan.

Sudan Selatan memisahkan diri dari Sudan sebagai lanjutan perjanjian perdamaian pada 2005 setelah dua dekade perang sipil yang menewaskan sekitar 1,5 juta warga negara itu.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.