BBC navigation

Charles Taylor dituntut hukuman penjara 80 tahun

Terbaru  4 Mei 2012 - 10:04 WIB

Diabadikan pada 1990, Charles Taylor terlihat memegang senapan AK-47.

Jaksa perkara kejahatan perang di Sierra Leone menuntut mantan Presiden Liberia Charles Taylor dihukum penjara 80 tahun, setelah pengadilan khusus internasional di Den Haag memutusnya bersalah membantu dan bersekongkol dalam kejahatan perang di Sierra Leone.

Dalam keterangan tertulis yang disampaikan kepada pengadilan khusus internasional di Den Haag, tim jaksa mengatakan hukuman penjara selama 80 tahun layak ditimpakan kepada Charles atas "Kejahatan yang luar biasa" dalam perang saudara di Sierra Leone yang menewaskan puluhan ribu orang.

Sebelumnya, Charles didakwa mendukung kelompok pemberontak dalam perang saudara di Sierra Leone yang berlangsung 1991-2002 dan menewaskan puluhan ribu orang.

Dalam putusannya, pengadilan khusus internasional di Den Haag menyatakan dia bersalah atas sebelas dakwaan, termasuk teror, pembunuhan, pemerkosaan, dan memaksa anak-anak menjadi tentara.

Rencananya pengadilan akan menjatuhkan hukuman untuk Charles pada 30 Mei nanti.

Saat perang saudara di Sierra Leone, Charles Taylor mendukung kelompok pemberontak Front Persatuan Revolusioner yang terbukti terlibat pembunuhan puluhan ribu warga sipil di Sierra Leone.

Terkait kasus ini, tim jaksa menyatakan mantan Presiden Liberia itu "bukanlah sekedar calo senjata atau pemodal".

Perbudakan seksual

Charles Taylor saat mengikuti pengadilan khusus internasional di Den Haag, April 2012.

Sebaliknya, mereka mengatakan, Charles "merencanakan bab paling berdarah dalam perang Sierra Leone" dan berperan penting dalam mendukung pemberontak untuk melakukan "pembunuhan, perkosaan, perbudakan seksual, penjarahan, memaksa anak-anak menjadi tentara... dan, aksi kekerasan serta teror ".

Karena itu, lanjut tim jaksa, hukuman penjara 80 tahun layak ditimpakan atas peran pentingnya atas kejahatan berat yang dilakukannya dengan membantu kelompok pemberontak.

Pengadilan Khusus untuk Sierra Lione atas Charles Taylor digelar sekitar lima tahun.

Setelah putusan hukumannya nanti dibacakan, dia rencananya akan menjalani hukuman di Inggris, yang sejak tahun 2007 sudah menawarkan sebagai tempat penahanan Taylor jika dia dinyatakan bersalah.

Pemerintah Belanda sebelumnya menegaskan baru akan menggelar sidang atas Taylor jika ada jaminan dia akan menjalani hukuman di negara lain.

Taylor merupakan mantan kepala negara pertama yang menghadapi dakwaan di pengadilan internasional sejak Sekutu menggelar mahkamah militer di Nuremburg, Jerman, selepas Perang Dunia II.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.