Jajak pendapat prediksi Sarkozy kalah Pemilu

Terbaru  4 Mei 2012 - 13:40 WIB

Hollande (kiri) sejauh ini unggul atas Sarkozy dalam jajak pendapat menjelang Pemilu.

Jumat (04/05/2012) menjadi hari kampanye terakhir bagi Nicholas Sarkozy dan Francois Hollande sebelum pemilihan presiden Prancis berlangsung Minggu (06/05/2012).

Dalam jajak pendapat terbaru menunjukkan Hollande unggul sekitar 6% atas Sarkozy.

Pengamat menilai Sarkozy membutuhkan upaya yang besar agar bisa kembali menjabat untuk kedua kalinya.

Popularitas Presiden Sarkozy melambat dibandingkan pesaingnya dalam beberapa hari terakhir, dan sejumlah laporan menyebutkan bahwa pemilihan Prancis belum pernah begitu ''ragu-ragu'' seperti saat ini.

Jumat ini, kandidat Sosialis, Hollande akan berkampanye di Moselle, dilanjutkan ke Perigueux di wilayah Dodogne untuk kampanye terakhir.

Sedangkan Nicholas Sarkozy akan memilih Sables d'Olonne di barat Prancis sebagai kawasan akhir kampanyenya.

'Terpukul sejak lama'

Hollande mendapat dukungan kuat Kamis kemarin ketika pemimpin tengah Francois Bayrou mengatakan dia akan mendukung kandidat Sosialis.

Bayrou sendiri berada di peringkat ke lima saat pemilu putaran pertama berlangsung dengan perolehan 9,1% suara.

Jika pendukungnya bergabung mendukung Hollande, maka itu akan menjadi angka yang signifikan untuk membuyarkan kesempatan Sarkozy terpilih kembali.

Dukungan Bayrou ini diluar perkiraan karena sebelumnya dia sempat menjadi pejabat dalam pemerintahan Sarkozy, tetapi dia memberi alasan bahwa Sarkozy sekarang lebih condong terlalu jauh ke kanan.

Dia mengatakan ''tidak membuat rekomendasi pemungutan suara'', tetapi menuduh Sarkozy meninggalkan nilai-nilai Eropa dan mendekatkan diri ke posisi kanan terkait isu imigrasi.

Wartawan BBC di Paris melaporkan kemungkinan besar Sarkozy akan menjadi presiden Prancis pertama sejak Valery Giscard d'Estaing di tahun 1981 yang tidak memenangkan masa jabatan kedua, kecuali jajak pendapat saat ini salah.

Sarkozy sebenarnya mengharapkan suara tambahan dari para pendukung kanan jauh Marine Le Pen, tetapi Le Pen telah mengaku memilih untuk mengosongkan surat suaranya daripada harus mendukung Sarkozy atau pesaingnya.

Le Pen, yang menarik dukungan sebanyak 6,4 juta suara di putaran pertama mengatakan bahwa pemilu telah berakhir mengingat Sarkozy sudah ''terpukul sejak lama''.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.