BBC navigation

Chen Guancheng bisa ke luar negeri dengan visa pelajar

Terbaru  4 Mei 2012 - 14:40 WIB

Penahanan Cheng Guangcheng meningkatkan tensi diplomatik Cina-AS.

Pemerintah Cina mengeluarkan pernyataan baru yang dianggap sebagai jalan keluar atas krisis diplomatik dengan AS terkait pembangkang Chen Guangcheng.

Cina menyatakan Chen Guangcheng bisa mendaftar belajar ke luar negeri sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Liu Weimin seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan Chen bisa ''mendaftar melalui saluran normal berdasarkan undang-undang''.

"Jika dia meminta untuk belajar ke luar negeri, sebagai seorang warga Cina, dia bisa, sama seperti warga Cina lainnya, melalui prosedur jalur biasa sebagaimana yang diatur undang-undang,'' kata Liu Weimin seperti dilaporkan kantor berita Xinhua.

Chen kabur dari tahanan rumah akhir bulan April dan bersembunyi di kedutaan AS.

Dia kemudian keluar dari kedutaan AS setelah pemerintah Cina menjamin keselamatannya, dan kemudian dia meminta bantuan Kongres AS untuk bisa meninggalkan Cina bersama keluarganya.

Chen juga meminta untuk bisa bertemu secara langsung dengan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton.

Kasusnya ini meningkatkan tensi diplomatik antara AS dan Cina saat Hillary Clinton berkunjung ke Beijing.

Chen saat ini berada di sebuah rumah sakit di Beijing, dan dijaga ketat oleh kepolisian Cina, para diplomat AS dilaporkan gagal untuk menemuinya.

Sebelumnya wakil duta besar AS terlihat tiba di rumah sakit dengan membawa sejumlah hadiah, dan mencoba untuk bisa mendapatkan akses masuk ke ruangan Chen.

Keluarga terancam

Chen juga mengungkapkan kekhawatiran keselamatan anggota keluarganya di kampung halamannya di kawasan timur provinsi Shandong.

Kepada BBC Chen mengatakan istrinya menggambarkan ancaman yang diberikan disana.

"Dia mengatakan kepada saya bahwa rumah kami dipasang tujuh kamera pengintai (CCTV) di dalam halaman. Ada banyak orang di dalam dan di luar rumah dan di atap... Mereka hanya makan dan tinggal di rumah kami, dan mereka berencana membangun sebuah kawat listrik disekeliling rumah saya.''

Meski awalnya dia menyatakan ingin tetap di Cina, tetapi Chen mengubahnya karena dia meyakini Cina telah mengingkari kesepakatan untuk menjamin keselamatannya.

Chen Guancheng yang mengalami kebutaan sejak kecil ini dikenal sebagai aktivis yang menentang aborsi dan sterilisasi bagi wanita yang diatur dalam kebijakan satu anak per-keluarga Cina.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.