BBC navigation

Perencana bom New York dinyatakan bersalah

Terbaru  2 Mei 2012 - 12:16 WIB

Jaksa persidangan membeberkan kesaksian yang menyebut Medunjanin pernah dilatih al-Qaeda di Pakistan.

Seorang warga AS kelahiran Bosnia dinyatakan bersalah dan terancam hukuman seumur hidup dalam kasus rencana serangan bom di New York.

Adis Medunjanin dan dua mantan teman sekolahnya berencana meledakkan kereta bawah tanah New York pada tahun 2009 sebelum perayaan serangan teror 9/11.

Mereka dilatih oleh al-Qaeda di Pakistan sebelum menyetujui untuk ikut dalam rencana serangan, demikian tuntutan jaksa.

Sementara itu kuasa hukumnya menyatakan bahwa agen AS bertindak tidak adil terhadap Medunjanin dengan memaksanya mengaku dan mengintimidasi keluarganya.

Kuasa hukumnya mengatakan bahwa Medunjanin pergi ke luar negeri untuk memenuhi ''jihad versi romantis'' dan ingin bertarung untuk Taliban, tetapi bukan untuk menimbulkan kematian dan kerusakan di kota tempat keluarganya tinggal.

Tetapi Asisten Jaksa AS Berit Berger menyebut rencana ''Terorisme 101" saat menutup argumentasinya, dengan menambahkan "Tujuan dari konspirasi ini adalah membunuh sebanyak orang mungkin.''

Hukuman penjara Medunjanin dimulai 7 September mendatang.

'Jantung New York'

Dalam dakwaannya jaksa menyertakan keterangan dua saksi kunci, yaitu Najibullah Zazi, yang mengaku sebagai dalang rencana serangan bersama Zarein Ahmedzay - keduanya adalah teman satu sekolah dengan Medunjanin.

Dalam kesaksiannya mereka mengaku bepergian bersama ke Waziristan Selatan, Pakistan, pada tahun 2008. Di sana mereka dilatih oleh anggota al-Qaeda dan didorong untuk merencanakan misi bom bunuh diri ketika kembali ke AS.

Mereka mengatakan mempertimbangkan untuk menyerang di Bursa Efek New York, Times Square dan Grand Central Terminal.

Zazi bersaksi bahwa mereka menargetkan kereta bawah tanah New York di jam sibuk karena itu dianggap sebagai ''jantung dari kota New York''.

Dia mengatakan dia belajar untuk meracik bahan peledak dari berbagai macam produk seperti pembersih cat kuku yang dijual bebas di apotik.

Zazi juga mengatakan kepada juri pengadilan bahwa mereka membatalkan rencana serangan - yang sebagian pembiayaan melalui kartu kredit senilai US$50.000 atau sekitar Rp459 juta - setelah menyadari ada mobil yang mengikutinya di New York.

"Saya rasa penegak hukum mengintai kami,'' ujar Zazi kepada Ahmedzay. Dia mengaku telah mengirim pesan ke Medunjanin yang berisi: ''Kita selesai''.

Pengadilan juga mendengar kesaksian Saajid Badat, seorang lelaki Inggris yang berencana meledakkan sebuah pesawat dengan bom sepatu, dan seorang lelaki dari Long Island, New York, yang menyarankan al-Qaeda untuk menargetkan serangan ke toko Walmart.

Kesaksian Badat ini menjelaskan cara kerja internal al-Qaeda.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.