Delapan demonstran tewas di Kairo

Terbaru  2 Mei 2012 - 17:18 WIB
Pengunjuk rasa di Kairo

Pendukung Hazem Abu Ismail salat bersama di dekat Kementerian Pertahanan.

Penyerang yang tidak diketahui identitasnya menewaskan paling tidak delapan orang yang melakukan unjuk rasa menentang dewan militer Mesir yang berkuasa, kata para pejabat.

Para saksi mata menggambarkan penyerang menggunakan batu, pemukul, bom, dan melepaskan tembakan untuk menyerang demonstran di dekat Departemen Pertahanan di Kairo.

Sekitar 100 orang dilaporkan luka-luka dan dirawat di satu klinik lapangan di kawasan Abbasiya.

Banyak pengunjuk rasa adalah pendukung seorang ulama, Hazem Abu Ismail, yang dilarang ikut dalam pemilihan presiden.

Hazem Abu Ismail didiskualifikasi karena ibunya memegang dua kewarganegaraan, Mesir dan Amerika Serikat dan dianggap melanggar ketetapan dalam konstitusi yang disepakati menyusul kerusuhan yang berujung jatuhnya Presiden Husni Mubarak.

Abu Ismail mengajukan keberatan dan mengatakan ia adalah korban "rencana" dewan militer, namun komisi pemilihan mengatakan tidak ada bukti atas tuduhan tersebut.

Wartawan BBC Jon Leyne di Kairo mengatakan banyak yang curiga kelompok yang menyerang pendukung Ismail di Abbasiya disewa oleh pemerintah untuk membubarkan aksi duduk yang dimulai Sabtu lalu.

Merongrong kelompok pemuda

Tentara dan polisi yang dikerahkan di kawasan itu dilaporkan tidak berupaya menghentikan bentrokan tersebut. Pihak keamanan juga dikabarkan tidak mengambil tindakan saat satu orang meninggal dalam serangan yang serupa hari Minggu.

Namun, media promiliter sebelumnya melaporkan bahwa para penyerang adalah penduduk yang marah karena merasa terganggu aksi protes itu.

Semakin banyak pihak yang menentang Dewan Angkatan Bersenjata Mesir (SCAF) sejak dewan mengambil alih kekuasaan dari Presiden Mubarak bulan Februari 2011.

Dewan dituduh membunuh para pengunjuk rasa, menahan pihak pengkritik dan berupaya merongrong kelompok pemuda dan kelompok masyarakat yang berujung pada aksi protes.

Para jendral sendiri berjanji untuk menyerahkan kekuasaan kepada sipil pada akhir Juni, setelah pemilihan presiden yang menurut mereka akan diselenggarakan secara bebas dan adil.

Pemilihan putaran pertama dijadwalkan tanggal 23 dan 24 Mei, dan pemilihan dua calon terdepan pada tanggal 16 dan 17 Juni.

Sejumlah laporan menyebutkan pemilihan presiden akan mengerucut pada dua calon Islamis, Abdul Moneim Aboul Fotouh dan Mohammed Mursi, Ketua Partai Kebebasan dan Keadilan, yang berada di bawah organisasi Ukhuwah Islamiyah, serta mantan ketua Liga Arab, Amr Moussa.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.