BBC navigation

Baku tembak di Mali telan korban jiwa

Terbaru  1 Mei 2012 - 07:48 WIB

Kapten Amadou Sanago (kiri) dipercaya masih memegang kekuasaan meski telah menyerahkan pemerintahan ke Diouncounda Traore (kanan).

Baku tembak terjadi antara pasukan yang melancarkan kudeta Maret silam dengan pasukan pengaman presiden di ibukota Bamako, Mali.

Bacary Mariko, seorang juru bicara junta militer mengatakan pasukan loyalis Presiden Amadou Toumani Toure yang digulingkan mencoba untuk membalikkan kudeta.

Dia mengatakan situasi sekarang sudah terkendali, ditengah laporan yang menyebutkan sejumlah orang tewas dalam baku tembak tersebut.

Meski junta telah menyerahkan kekuasaan ke pemerintahan sementara ke Dioncounda Traore bulan April, tetapi diyakini bahwa mereka masih memegang pengaruh kuat.

Baku tembak ini terjadi setelah loyalis junta mencoba untuk menahan mantan kepala pasukan pengaman presiden, demikian penjelasans Martin Vogl seorang wartawan di Bamako kepada BBC.

Dia mengatakan pertempuran berlanjut sekitar gedung lembaga penyiaran negara dan sejumlah lokasi lainnya di ibukota hingga larut malam.

Membalikkan keadaan

Seorang saksi mata kepada kantor berita Reuters mengatakan bahwa jalanan sepi dan listrik dipadamkan di sejumlah bagian di kota saat baku tembak terjadi.

Anggota ''Baret Merah'' unit pengamanan presiden dilaporkan memasuki gedung lembaga penyiaran, yang dikuasai oleh pasukan pendukung junta sejak kudeta.

"Mereka adalah bagian dari pasukan pengamanan presiden dari rezim yang lama dan mereka mencoba untuk membalikkan keadaan,'' kata Bacary Mariko, juru bicara junta kepada Reuters.

Dia kemudian mengatakan bandar udara Bamako juga diserang pasukan anti-kudeta, dan dia memperkirakan akan ada serangan balik dari sebuah pangkalan pro-kudeta di Kati, Bamako utara.

Kudeta 22 Maret, yang menggulingkan Presiden Toure, dipimpin oleh tentara yang menuduh Toure gagal melawan sebuah pemberontakan di kawasan utara negara.

Pekan lalu pemimpin kudeta, kapten Amadou Sanago menolak keputusan blok Afrika Barat, Ecowas untuk mengirim pasukan ke Mali.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.