Bentrokan kembali pecah di Suriah

Terbaru  28 April 2012 - 18:43 WIB
Bom di Damaskus

Hari Jumat, ibukota Damaskus diguncang bom dan menewaskan paling tidak 10 orang.

Para aktivis mengatakan pasukan Suriah menewaskan 10 orang di utara ibukota Damaksus di tengah laporan tentang serangan melalui laut oleh pemberontak.

Warga sipil diperkirakan termasuk korban tewas setelah tentara yang membelot berlindung di desa Bakha.

Sementara itu, pemerintah Suriah mengatakan kelompok bersenjata menyerang unit militer di pesisir Laut Tengah dengan korban dari kedua belah pihak.

Bentrokan itu terjadi setelah Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-moon memperingatkan pemerintah Suriah yang disebutnya "bertentangan" dengan rencana perdamaian yang didukung PBB dan Liga Arab.

Dalam perkembangan lain, pejabat Libanon mengatakan angkatan laut negara itu menyita senjata yang ditujukan untuk pemberontak Suriah.

Para aktivis mengatakan bentrokan di utara Damaskus itu terjadi setelah sejumlah tentara membelot dan mereka dikejar oleh pasukan yang setia kepada Presiden Bashar al-Assad.

Mereka menyebutkan empat pemberontak dan enam warga sipil tewas namun organisasi hak asasi yang berkantor di Inggris mengatakan mereka yang tewas adalah tentara yang membelot.

'Kapal karet'

Di propinsi Latakia, kantor berita Sana mengatakan unit militer berhasil menggagalkan "upaya teroris" untuk masuk ke negara itu melalui kapal.

"Sumber resmi mengatakan kepada wartawan Sana bahwa unit militer bentrok dengan teroris yang naik kapal karet, dan berhasil mengusir mereka," lapor Sana.

"Sumber itu menyebutkan bentrokan itu menyebabkan sejumlah tentara cedera," lanjut Sana. Namun tidak jelas berapa pemberontak yang tewas.

Di dekat Latakia, bentrokan pecah antara tentara dan pasukan oposisi di desa Burj al-Salaam di dekat istana presiden hari Sabtu (28/04) pagi, menurut para aktivis.

PBB saat ini memiliki 15 pengamat di Suriah yang bertugas mengawasi gencatan senjata yang rentan dan mulai diberlakukan tanggal 12 April.

Jumlah para pengamat yang tiba di Suriah dijadwalkan akan menjadi 30 orang pada hari Senin (30/04).

Namun bentrokan masih terus terjadi walaupun gencatan senjata ditetapkan.

Hari Jumat (27/04), ibukota Damaskus diguncang ledakan dan menewaskan paling tidak 10 orang dan melukai 20 lainnya, menurut media resmi.

Para aktivis menuduh pemerintah melakukan serangan sendiri untuk memanipulasi masyarakat internasional.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.