Unjuk rasa kembali berlangsung di Lapangan Tahrir

Terbaru  20 April 2012 - 18:54 WIB
Salah seorang pengunjuk rasa di Kairo, Jumat 20 April 2012.

Unjuk rasa menentang pencalonan mantan pejabat pemerintahan Mubarak diserukan kelompok-kelomopok liberal.

Puluhan ribu warga Mesir berkumpul di Lapangan Tahrir di ibukota Kairo untuk menentang pencalonan para mantan pejabat pemerintahan Hosni Mubarak dalam pemilihan presiden.

Unjuk rasa ini diserukan oleh kelompok-kelompok liberal walau organisasi Islam, Ikhwanul Muslimin, mengatakan akan ikut bergabung.

Namun wartawan BBC di Kairo, Dina Demrdash, melaporkan bahwa unjuk rasa kali ini sebenarnya membawa berbagai tuntutan, sesuai dengan kelompok masing-masing.

Kelompok liberal selain menentang pencalonan mantan pejabat pemerintahan juga ingin memperlihatkan kekuatan bahwa kubu partai Islam tidak bisa begitu saja mendominasi Majelis Konstitusi, yang akan menyusun undang-undang baru.

Sedangkan pendukung partai Islam menjadikan unjuk rasa sebagai peringatan atas dibatalkannya pencalonan tokoh Ikhwanul Muslimin, Khairat al-Shater.

Sementara kaum muda menuntut agar Dewan Agung Militer -yang memerintah untuk sementara hingga presiden baru terpilih- mengundurkan diri karena menganggap mereka sebagai penghalang revolusi.

Sepuluh calon ditolak

Khairat al-Shater merupakan satu dari sepuluh calon presiden yang ditolak oleh Komite Pemilihan dengan berbagai alasan walau dalam kasus al-Shater pembatalan berkaitan dengan hukuman pidana yang pernah dijatuhkan padanya.

Komite Pemilihan Mesir sudah membatalkan pencalonan mantan Kepala Intelijen Mesir, Omar Suleiman, yang juga pernah menjabat wakil presiden di bawah Hosni Mubarak.

Calon utama yang ditolak

Omar Suleiman: mantan Kepala Intelijen dan wakil presiden di bawah Hosni Mubarak.

Khairat al-Shater: salah seorang pemimpin Ikhwanul Muslimin

Hazem Abu Ismail: calon dukungan Partai Al Nour dukungan kubu Islam, Salafis

Bagaimanapun pencalonan mantan menteri luar negeri, Amir Musa, dan mantan perdana menteri, Ahmed Shafiq, tidak ditolak.

Daftar akhir dari calon presiden akan diumumkan pada tanggal 26 April, bersamaan dengan dimulainya masa kampanye.

Pemilihan presiden pertama di Mesir setelah unjuk rasa massal yang menjatuhkan Presiden Hosni Mubarak akan digelar pada 23 dan 24 Mei dengan kemungkinan diperlukan putaran kedua pada pekan pertama Juni.

Sementara parlemen Mesir sudah memulai pembahasan rancangan undang-undang yang akan melarang mantan pejabat pemerintahan Hosni Mubarak memegang jabatan pemerintah.

Namun diperkirakan perlu waktu yang panjang sebelum diberlakukan sebagai undang-undang sehingga ada kekhawatiran undang-undang belum bisa diterapkan untuk pemilihan presiden akhir Mei nanti.

RUU itu diusulkan oleh partai-partai Islam, Ikhwanul Muslimin dan kelompok Islam garis keras lainnya setelah mantan Omar Suleiman mengumumkan untuk maju sebagai calon presiden.

Selain Omar Soliman, mantan Menteri Luar Negeri, Amir Musa, juga sudah mencalonkan diri. Sejauh ini sudah tercatat 23 calon presiden yang mendaftar secara resmi.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.