Sebagian besar sanksi Uni Eropa terhadap Burma akan ditangguhkan

Terbaru  19 April 2012 - 17:35 WIB
Kehidupan di Burma

Beberapa negara telah menyatakan akan mencabut sanksi terhadap Burma.

Para diplomat Eropa di Brussels dilaporkan telah mencapai kesepakatan awal untuk menangguhkan sebagian besar sanksi Uni Eropa terhadap Burma sebagai pengakuan atas reformasi politik dan ekonomi.

Para diplomat yang tidak disebutkan namanya mengatakan penghentian sanksi terhadap Burma berlaku selama 12 bulan sehingga kemajuan negara itu dalam bidang politik bisa dipantau.

"Pada prinsipnya sekarang telah dicapai kesepakatan untuk menangguhkan semua sanksi, kecuali embargo senjata," kata seorang diplomat seperti dikutip kantor berita AFP.

Utusan negara-negara Uni Eropa mencapai kesepakatan awal dalam pertemuan Brussels Rabu malam (18/4) waktu setempat.

Kesepakatan direncanakan akan disetujui secara resmi dalam pertemuan tingkat menteri luar negeri Uni Eropa di Luxembourg pada 23 April mendatang.

Buka investasi

Para diplomat Uni Eropa menekankan sanksi terhadap Burma ditangguhkan dalam periode yang ditentuka dan bukan dicabut selamanya.

"Meski jelas rezim (Burma) menempuh langkah-langkah menuju demokrasi dan kebebasan yang lebih besar, kita harus sangat berhati-hati."

David Cameron

Hal ini dilakukan agar pemerintah Burma terus menempuh reformasi di negara yang sebelumnya berada di bawah pemerintahan militer itu.

Pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi sebelumnya juga mendukung pelonggaran sanksi secara bertahap. Di Inggris, Perdana Menteri David Cameron juga menyerukan kehati-hatian.

"Meski jelas rezim (Burma) menempuh langkah-langkah menuju demokrasi dan kebebasan yang lebih besar, kita harus sangat berhati-hati," katanya di hadapan parlemen.

Sanksi Uni Eropa terhadap Burma antara lain meliputi larangan investasi dan perdagangan kayu serta pertambangan.

Para pengamat mengatakan penghentian sanksi Uni Eropa ini akan membuka pintu investasi di Burma.

Amerika Serikat dan Australia telah melonggarkan beberapa sanksi terhadap Burma menyusul reformasi politik yang berpuncak pada kemenangan kubu oposisi dalam pemilihan sela awal bulan ini.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.