BBC navigation

Gencatan senjata mulai diberlakukan di Suriah

Terbaru  12 April 2012 - 16:17 WIB

Situasi kota Homs, Suriah, setelah gencatan senjata disepakati.

Gencatan senjata di Suriah yang diusulkan utusan PBB Kofi Annan mulai berlaku, tetapi negara-negara Barat meragukan keseriusan rezim Assad untuk menaatinya.

Pemerintah Suriah menyatakan bersedia mematuhi gencatan senjata, tetapi mereka akan menyerang apabila diserang terlebih dulu.

AS sebelumnya mengatakan janji pemerintah Suriah "sedikit bisa dipercaya".

Sikap serupa juga ditunjukkan kelompok pemberontak yang menyatakan akan balas menyerang jika diserang.

Meskipun demikian, para wartawan mengatakan kedua pihak yang bertikai sejauh ini telah menaati gencatan senjata.

Kofi Annan, utusan PBB untuk krisis Suriah, telah menerima jaminan tertulis dari kementerian luar negeri Suriah bahwa pasukan pemerintah akan "menghentikan semua pertempuran militer di seluruh wilayah Suriah pada 06:00 waktu setempat."

Tetapi, kata juru bicara Kemenlu Suriah Ahmad Fawzi, "kami akan mempertahankan diri apabila kelompok teroris menyerang pasukan kami".

Sejumlah laporan menyebutkan, sekitar satu jam setelah gencatan senjata, situasi tenang terlihat di sejumlah wilayah, demikian pimpinan pemantau HAM Suriah yang berbasis di London, Rami Abdel Rahman, kepada kantor berita AFP.

Mengkhawatirkan

Wartawan BBC Jim Muir melaporkan dari Beirut, apabila gencatan senjata berjalan seperti direncanakan, pemerintah Suriah diperkirakan akan menarik pasukan, tank serta persenjataan beratnya dari wilayah pergolakan.

Walaupun dilaporkan masih ada saling tembak pada Kamis pagi di kota-kota seperti Idlib dan pinggiran Damaskus, demikian laporan wartawan BBC, secara umum kedua pihak menaati kesepakatan.

"Jika gencatan senjata gagal... kami akan menekan Dewan Keamanan PBB agar melahirkan resolusi baru untuk Suriah, kami juga akan meningkatkan dukungan kepada kelompok oposisi."

Menlu Inggris William Hague

Tetapi menurutnya, masih membutuhkan waktu yang panjang untuk memenuhi stuasi yang stabil, serta banyak masalah rumit yang harus diurai sebelum melangkah kepada penyelesaian politik.

Bagaimanapun, Duta Besar AS untuk PBB Susan Rice menilai peringatan Rezim Assad dalam suratnya yang menyatakan akan "menyerang jika diserang" sebagai sesuatu yang "mengkhawatirkan".

Padahal, menurutnya, tanggung jawab penghentian kekerasan di Suriah berada di pundak pemerintah Suriah.

Sementara, Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengatakan, jika gencatan senjata berjalan lancar, Inggris akan bekerja sama dengan PBB untuk mengirim pemantau ke Suriah, agar "tidak ada konflik baru".

"Jika gencatan senjata gagal... kami akan menekan Dewan Keamanan PBB agar melahirkan resolusi baru untuk Suriah, kami juga akan meningkatkan dukungan kepada kelompok oposisi, dan kami akan memberi sanksi yang lebih kuat," tambahnya.

Di tempat terpisah Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden AS Barack Obama, menyatakan "kekhawatiran terhadap keseriusan rezim Assad untuk menaati genjata senjata yang disponsori Kofi Annan".

Sebaliknya, Rusia dan Cina, yang menolak resolusi politik DK PBB terhadap Suriah, menyambut positif gencatan senjata dan menuntut kelompok pemberontak harus menaatinya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.