Serangan militan di Yaman tewaskan tujuh tentara

Terbaru  1 April 2012 - 18:41 WIB
Serangan bom bunuh diri di Yaman

Kelompok militan Islam meningkatkan serangan sejak Presiden Mansour Hadi memerintah.

Sedikitnya tujuh tentara tewas dalam serangan atas tentara pemerintah yang dilakukan militan yang berkaitan dengan al-Qaeda di kawasan sebelah selatan negara itu.

Kementrian Pertahanan Yaman melaporkan kelompok militan menyerang sebuah pos tentara di Shibam, Provinsi Hadramout.

Laporan-laporan menyebutkan para penyerang melepas tembakan secara serampangan ke arah tentara yang sedang tidur, Minggu 1 April, sehingga jenazah mereka ditemukan dalam kondisi yang buruk.

Serangan ini terjadi hanya sehari setelah bentrokan antara tentara pemerintah dengan kelompok militan yang menewaskan sedikitnya 30 orang dan kelompok Islam radikal, Ansar al-Sharia, sudah mengaku berada di belakang serangan Sabtu (31/03) tersebut.

Dalam serangan itu, tujuh belas tentara tewas dan sisanya adalah militan.

Kelompok Ansar al-Sharia memang meningkatkan serangan sejak Presiden Abdrabbu Mansour Hadi resmi berkuasa bulan lalu. Militan Islam mengambil peluang untuk memperkuat basisnya di tengah-tengah unjuk rasa anti pemerintah yang berlangsung selama sekitar setahun belakangan.

Pada pertengahan Maret, sedikitnya empat tentara Yaman tewas akibat serangan bom bunuh diri dengan menggunakan mobil di sebuah pos pemeriksaan militer.

Awal Februari, al-Qaeda mengaku bertanggung jawab atas serangan ke sebuah pangkalan militer di Zinjibar dan menewaskan 200 tentara. Kelompok militan menguasai wilayah selatan Yaman dan melancarkan serangan secara rutin atas tentara pemerintah.

Dukungan AS

Presiden Mansour Hadi

Presiden Mansour Hadi merupakan satu-satunya calon dalam pemilihan presiden.

Unjuk rasa antipemerintah menyebabkan mundurnya Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh, dan mendorong pemilihan presiden pada tanggal 21 Februari 2012 namun hanya diikuti oleh Abdrabbu Mansour Hadi, yang menjabat wakil presiden dalam pemerintahan pimpinan Presiden Saleh.

Amerika Serikat sudah menyatakan dukungan kepada Presiden Mansour Hadi dan menyambut hal yang disebut sebagai 'awal baru' bagi Yaman.

Dalam pernyataannya setelah pelantikan Presiden Mansour Hadi, Presiden Obama mengatakan AS akan menjadi sahabat setia bagi Yaman dalam proses transisi demokrasi di negara tersebut.

"Di bawah kepemimpinan Presiden Hadi, Yaman bisa menjadi contoh bagi transisi damai bisa terjadi di tengah warga yang menolak kekerasan dan bersatu dalam keinginan yang sama," kata Obama.

Presiden Mansour Hadi menegaskan bahwa prioritas dalam pemerintahannya namun wartawan BBC, Sebastian Usher, melaporkan perpecahan di dalam tubuh militer tampaknya akan membuat tugas itu menjadi tidak mudah.

Sementara muncul dugaan bahwa para pendukung mantan Presiden Saleh mendorong konflik di negara itu sementara unjuk rasa terus berlangsung, namun kali ini menuntut reformasi di tubuh militer.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.