Aung San Suu Kyi dilaporkan menang dalam pemilihan sela

Terbaru  1 April 2012 - 19:48 WIB
Foto Aung San Suu Kyi

Aung San Suu Kyi ikut pemilihan sela untuk wilayah Kawhmu, di pinggiran Ranggon.

Partai Liga Nasional Demokrasi Burma, NLD, mengatakan pemimpin mereka, Aung San Suu Kyi, menang dalam pemilihan sela untuk daerah Kawhmu, walau hasil resmi masih belum diumumkan.

Pemungutan suara pada Minggu 1 April digelar untuk memperebutkan 45 kursi di parlemen.

NLD untuk pertama kalinya mengikuti pemilihan di Burma sejak tahun 1990 karena memboikot pemilihan umum pada tahun 2010.

Pemilhan sela ini diamati dengan seksama oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa karena dianggap sebagai salah satu bukti lebih lanjut dari janji pemerintah untuk menempuh reformasil politik.

Jika pemilihan berlangsung jujur dan adil, ada kemungkinan negara-negara Barat akan mencabut sejumlah sanksi yang selama ini diterapkan kepada Burma karena catatan hak asasinya yang buruk.

"Kami berharap sepanjang hari akan berjalan dengan damai dan kami akan melakukan dengan dasar pemungutan suara yang akan kami saksikan," kata salah seorang pemantai Uni Eropa, Ivo Balet.

"Kami berharap sepanjang hari akan berjalan dengan damai dan kami akan melakukan dengan dasar pemungutan suara yang akan kami saksikan."

Ivo Balet

Pemerintah Burma memberikan izin kepada para pemantau asing -antara lain dari ASEAN, Amerika Serikat, dan Uni Eropa- untuk menyaksikan pemilihan sela ini.

Laporan kecurangan

Wartawan BBC di Burma, Rachael Harvey, melaporkan NLD menuduh terjadi kecurangan dalam pemungutan suara di ibukota Naypidaw.

Sementara itu seorang juru bicara NLD, Nyan Win, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa mereka sudah mengirim surat protes kepada komisi pemilihan tentang surat suara yang di bagian NLD sudah diberi lilin sehingga belakangan bisa dihapus lagi.

"Hal itu terjadi di seluruh negara. Komisi Pemilihan bertanggung jawab atas yang terjadi," tuturnya.

Bagaimanapun NLD mengatakan mereka tetap memperkirakan akan meraih 44 kursi dari total 45 kursi yang diperebutkan.

Jika hal itu memang bisa dicapai, jelas masih jauh dari mayoritas partai pemerintah, USDP, yang mendapat dukungan rezim militer yang berkuasa sejak tahun 1990.

Hasil resmi pemilihan sela diperkirakan baru akan diumumkan dalam waktu satu minggu lagi.


Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.