Pemakaman Mohamed Merah ditunda 24 jam

Terbaru  29 Maret 2012 - 21:52 WIB
Persiapan pemakaman di Cornebarrieu

Pemakaman Mohamed Merah yang mestinya berlangsung Kamis, ditunda selama 24 jam.

Walikota Toulouse, Pierre Cohen, mengatakan tidak menginginkan Mohamed Merah dikuburkan di kota itu dan menunda pemakaman yang mestinya berlangsung Kamis (29/03) siang.

"Menyusul penolakan dari pemerintah Aljazair pada saat-saat terakhir untuk menerima jenazah Mohamed Merah, Pierre Cohen berpendapat pemakamannya di Toulouse tidak tepat. Jadi dia meminta penundaan pemakaman selama 24 jam," tulis pernyataan Dewan Kota Toulouse seperti dikutip AFP.

Merah -pria keturunan Aljazair yang berusia 23 tahun- membunuh tujuh orang -termasuk tiga siswa di sekolah Yahudi- sebelum ditembak mati oleh aparat keamanan Prancis yang mengepung apartemen tempat tinggalnya pada 22 Maret 2012.

Laporan-laporan menyebutkan pihak berwenang Alazair menolak pemakaman jenazah Merah dengan alasan keamanan.

Keluarga Merah awalnya berharap bisa memakamkan jenazahnya di kampung halaman mereka di Provinsi Medea, sekitar 50km dari ibukota Aljier.

Namun kemudian ada permintaan dari keluarga agar dia dimakamkan di Prancis dan sudah sempat disiapkan sebuah liang kubur di pemakaman Cornebarrieu, di kawasan pinggiran Toulouse.

Seruan tanpa perdebatan

"Kami melakukan semuanya untuk melakukan itu, polisi melakukan pekerjaannya dengan baik dan karena itu saya merasa kontroversi itu memalukan."

Nicolas Sarkozy

Bagaimanapun Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy, langsung menanggapi dengan meminta agar Merah dimakamkan di Prancis tanpa perdebatan setelah penolakan Aljazir.

"Dia warga Prancis. Biarkan dia dimakamkan dan mari tidak berdebat apapun tentang itu," kata Sarkozy kepada kantor berita BFMTV.

Sarkozy menambahkan bahwa sebagai kepala negara, dia menginginkan agar Merah ditangkap hidup-hidup dan menyesalkan protes yang diajukan ayah Merah, Mohamed Benalal Merah, dan sejumlah pihak lain yang menyesalkan keputusan aparat keamanan untuk menembak merah.

"Kami melakukan semuanya untuk melakukan itu, polisi melakukan pekerjaannya dengan baik dan karena itu saya merasa kontroversi itu memalukan," tegasnya.

Mohamed Benalal Merah sudah meminta bantuan pengacara Aljazair untuk menuntut pemerintah Prancis sehubungan dengan kematian anaknya.

Sebuah mobil ditemukan

Dalam perkembangan lain, kepolisian Prancis menemukan sebuah mobil yang diperkirakan berkaitan dengan Merah serta serangan yang dilakukannya.

Mobil Renault Clio tersebut ditemukan oleh para warga kampung St Papoul, Rabu (28/03) larut malam, dan di dalamnya ditemukan bagian dari skuter Yamaha Ymax, yang sama dengan yang digunakan Merah saat melakukan serangannya.

Saluran TV France 3 -yang mengutip sumber yang dekat dengan penyidikan- melaporkan bahwa pemilik mobil itu adalah seorang pria yang tinggal di blok apartemen yang sama.

Penemuan mobil itu semakin memperkuat anggapan selama ini bahwa Merah kemungkinan memiliki kawan dalam melakukan aksi kekerasan.

Abang Merah, Abdelkader, dilaporkan memberi keterangan kepada pihak penyidik bahwa ada orang ketiga yang bersama mereka saat skuter yang digunakan untuk menyerang itu dicuri.

Abdelkader Merah kini ditahan oleh polisi dengan dakwaan awal membantu Merah, yang mengaku bahwa dia ingin membalas dendam atas nama anak-anak Palestina dan menyerang tentara Prancis karena intervensi asing di Palestinya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.