Rusia dukung penuh misi PBB untuk Suriah

Terbaru  25 Maret 2012 - 21:51 WIB
Kofi Annan

Annan mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Rusia termasuk dengan Menlu Sergei Lavrov.

Rusia mengatakan utusan PBB dan Liga Arab untuk Suriah Kofi Annan bahwa misinya "mungkin merupakan kesempatan terakhir bagi Suriah untuk menghindari perang sipil berdarah yang berlarut-larut."

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Rusia Dmitry Medvedev kepada Kofi Annan dalam pertemuan di Moskow hari Minggu (25/3).

"Ini mungkin merupakan kesempatan terakhir bagi Suriah untuk menghindari perang sipil berdarah dan berkepanjangan," kata Medvedev.

Selain itu presiden Rusia juga menyatakan negaranya mendukung penuh misi Kofi Annan.

"Oleh karena itu, kami ingin menawarkan dukungan penuh kepada Anda pada semua tingkat," tegas Medvedev.

Kofi Annan berada di Moskow, Rusia untuk membahas krisis yang sedang terjadi di Suriah dan mencari jalan untuk mengakhiri kekerasan.

Mantan sekjen PBB tersebut menyambut dukungan Rusia.

"Selagi kita melangkah maju saya akan terus mengandalkan dukungan dan nasihat Anda. Dan saya pikir Anda benar ketika Anda mengatakan bahwa Suriah mempunyai kesempatan sekarang untuk bekerja dengan saya dan proses mediasi ini bertujuan untuk mengakhiri konflik," kata Kofi Annan.

Campur tangan

Annan berusaha membujuk Rusia, sekutu penting Suriah, guna bersikap tegas kepada Presiden Suriah Bashar al Assad.

"Ini mungkin merupakan kesempatan terakhir bagi Suriah untuk menghindari perang sipil berdarah dan berkepanjangan."

Dmitry Medvedev

Rusia mengatakan misi Kofi Annan tidak harus terhambat oleh batas waktu. Selain itu Rusia menegaskan waktu yang akan menentukan apakah Dewan Keamanan PBB perlu mengambil tindakan lebih lanjut terhadap Suriah.

Dalam pertemuan dengan Kofi Annan, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menekankan perlunya segera diakhiri kekerasan yang ditimbulkan oleh semua pihak.

Lavrov meminta Annan untuk secara aktif mewujudkan tujuan tersebut dengan melibatkan pemerintah dan oposisi.

Menurutnya, semua negara harus menahan diri untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri Suriah atau berpihak dalam konfrontasi antara pemerintah dan oposisi.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.