UE perluas misi militer hadapi bajak laut Somalia

Terbaru  24 Maret 2012 - 11:56 WIB

Uni Eropa memperluas misi militernya untuk memerangi bajak laut Somalia.

Uni Eropa sepakat memperluas misinya dalam memerangi bajak laut Somalia dengan mengijinkan kekuatan militer untuk menyerang sasaran di perairan dan daratan.

Para menteri pertahanan Uni Eropa sepakat kapal perang yang berpatroli di lepas pantai Somalia dapat menyerang kapal dan pos pengisian bahan bakar milik bajak laut.

"Keputusan penting hari ini adalah memperluas mandat militer untuk memperkuat kekuatan operasi melawan bajak laut di perairan Somalia," Kata Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Catherine Ashton, dalam sebuah pernyataan.

Dalam perluasan mandat misi militer itu, Uni Eropa akan bekerja sama dengan pemerintahan transisi Somalia dan organisasi lain untuk mendukung upaya melawan bajak laut.

Wartawan BBC Frank Gardner mengatakan, perluasan misi kekuatan militer ini sebagai langkah maju, walaupun tetap beresiko meningkatkan serangan bajak laut..

Sejauh ini sedikitnya 10 kapal angkatan laut negara-negara Uni Eropa berpatroli di perairan di wilayah Somalida dan sekitarnya.

Sejak 2008 lalu mereka bertugas mengawasi rute pengiriman dan bantuan kemanusiaan.

Operasi militer bersama ini disiapkan sampai setidaknya pada Desember 2014 nanti.

Seorang pejabat Uni Eropa mengatakan, seperti dilaporkan kantor berita AFP, mandat baru ini akan memungkinkan kapal perang atau helikopter untuk menembak pos pengisian bahan bakar, kapal, truk atau peralatan lain di pantai.

Demi warga sipil

Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Garcia-Margallo mengatakan kepada wartawan: "Rencana Uni Eropa ini memungkinkan serangan terhadap kekuatan bajak laut di daratan ketika kapal kita diserang."

"Keputusan penting hari ini adalah memperluas mandat militer untuk memperkuat kekuatan operasi melawan bajak laut di perairan Somalia."

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Catherine Ashton.

Dia menambahkan perluasan mandat ini sebagai bentuk "kepedulian" untuk menghindari korban di pihak warga sipil.

Laksamana Duncan Potts, komandan operasi Angkatan Laut Uni Eropa di Somalia, mengaku, telah membuat kemajuan dalam berbagai operasi menumpas bajak laut.

"Jika Anda melihat tahun lalu, ada 30 kapal dan sampai 700 orang disandera. Hari ini, ada delapan (kapal) dan sekitar 200 (sandera)," katanya kepada BBC.

"Di laut, kita sudah mampu mempersempit operasi bajak laut. Tapi kita belum mampu mengubah strategi mereka. Karena itulah, kita ingin menargetkan setiap jengkal aktivitas mereka."

Perang selama dua dekade telah menghancurkan Somalia, dan mengakibatkan negara itu tidak memiliki pemerintahan yang kuat.

Pemerintahan transisi yang dibentuk hanya mampu mengendalikan ibukota Mogadishu, sementara kelompok militan al-Shabab, yang bergabung dengan al-Qaeda, menguasai sebagian besar wilayah daratan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.