Warga Palestina tahanan Israel "nyaris sekarat"

Terbaru  21 Maret 2012 - 08:25 WIB
Hana Shalabi

Aksi mogok makan Shalabi juga mendapat sejumlah dukungan di luar penjara.

Seorang perempuan Palestina yang ditahan Israel dan sudah menjalani aksi mogok makan sejak bulan lalu kini dalam kondisi "nyaris sekarat", kata sebuah kelompok hak kesehatan di Tepi Barat.

Perempuan bernama Hana Shalabi, 30, itu harus segera dirawat di rumah sakit simpul organisasi Israel Dokter untuk HAM (PHR).

Shalabi memprotes sistem keamanan yang membuatnya ditahan tanpa dakwaan apapun, yang disebut "tahanan administratif."

Israel menggunakan sistem ini untuk menahan siapa saja yang dianggap membawa risiko keamanan.

Berat badan Shalabi anjlok 14kg, ototnya mengendur dan dalam kondisi sakit luar biasa, kata Ran Cohen dari PHR-Israel kepada kantor berita Associated Press.

PHR-Israel mengatakan kelompoknya dan kelompok pro-HAM lain "sama-sama mengkhawatirkan masalah tersedianya perawatan kesehatan [untuk Shalabi], terutama karena ada kekhawatiran terhadap terus turunnya kondisi kesehatannya".

Untuk sementara ini, kondisi Shalabi diawasi oleh petugas klinik penjara, kata seorang juru bicara penjara Israel kepada AP.

Shalabi dilaporkan merupakan pendukung kelompok militan Jihad Islam, yang menurut Israel merupakan kelompok teror.

Shalabi adalah satu dari sejumlah tahanan Palestina yang dibebaskan dari penjara Israel sebagai bagian dari kesepakatan untuk membebaskan tentara Israel yang diculik, Gilad Shalit, pada Oktober tahun lalu, namun kemudian dia ditahan lai pada bulan Februari.

Menurut pengelola penjara ada 20 warga Palestinan lain yang juga melancarkan aksi mogok makan sebagai dukungan atas perjuangan Shalabi sepanjang dua pekan ini, tulis AP.

Bulan lalu seorang tahanan Palestina lain, Khader Adnan, mengakhiri 66 hari aksi mogok makannya setelah bersepakat dengan pejabat Israel dirinya akan dibebaskan bulan April.

Adnan juga ditahan tanpa dakwaan dibawah sistem "tahanan administratif." Adnan dituding Israel sebagai pimpinan kelompok Jihad Islam.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.