BBC navigation

Pemantau asing diundang untuk pemilihan sela Burma

Terbaru  21 Maret 2012 - 17:07 WIB
Aung San Suu Kyi

Aung San Suu Kyi akan ikut pemilihan sela untuk memilih anggota parlemen.

Burma mengundang pemantau Amerika Serikat dan Uni Eropa untuk mengamati pemilihan sela yang akan digelar pada tanggal 1 April.

Juru bicara Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Burma, Mike Quinlan, mengatakan telah menerima undangan tersebut Rabu (21/3).

Dia menambahkan bahwa Amerika Serikat -bersama Uni Eropa dan PBB- memandang pemilihan sela tersebut sebagai 'ujian penting' bagi komitmen pemerintah Burma untuk reformasi.

"Membesarkan hati melihat mereka telah mengambil langkah ini. Jelas bahwa kami merasa pemilihan ini adalah penting bagi proses reformasi negara tersebut," tuturnya seperti dikutip kantor berita AFP.

Bagaimanapun belum ada rincian tentang jumlah pemantau untuk pemilihan sela yang akan memperebutkan 48 kursi di parlemen.

Pemerintah Burma juga sudah mengundang pemantau dari ASEAN, yang jumlahnya mencapai 23 orang yang antara lain terdiri dari dua anggota parlemen dan perwakilan media.

Suu Kyi ikut pemilihan

Keputusan untuk mengizinkan pemantau asing merupakan yang pertama kali ditempuh oleh Burma.

"Membesarkan hati melihat mereka telah mengambil langkah ini. Jelas bahwa kami merasa pemilihan ini adalah penting bagi proses reformasi negara tersebut."

Mike Quinlan

Tokoh demokrasi Burma, Aung San Suu Kyi, akan ikut dalam pemilihan sela tersebut. Dia sudah dibebaskan dari status tahanan rumah menjelang pemilihan umum tahun 2010.

Namun partai pimpinan Aung San Suu Kyi, Liga Nasional Demokrasi, memboikot pemilihan tersebut.

Sejak pemilihan umum tahun 2010, pemerintah Burma menempuh sejumlah langkah untuk menuju demokratisasi, antara lain dengan membebaskan sejumlah tahanan politik.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, juga sudah berkunjung ke Burma yang kemudian disusul dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague.

Namun negara-negara Barat masih menunggu kesinambungan proses reformasi yang saat ini sedang berlangsung sebelum mencabut sanksi yang dijatuhkan atas rezim militer Burma yang memerintah sejak tahun 1990 hingga pemilihan umum 2010.

Meragukan pemilihan?

Nyan Win

Juru bicara NLD, Nyan Win, mengatakan bahwa partainya menghadapi kesulitan saat kampanye.

Aung San Suu Kyi sendiri sudah menyampaikan pidato kampanye lewat televisi dan radio pekan lalu, yang merupakan sebuah babak baru dalam pemilihan di Burma.

Dalam pidatonya, Suu Kyi duduk di belakang meja dengan bendera partai di belakang dan menjelaskan garis besar perjuangan partai dalam pemilihan sela ini.

Bagaimanapun pada Bulan Februari, seorang juru bicara Liga Nasional Demokrasi, Nyan Win, sempat mengatakan bahwa mereka menghadapi sejumlah kesulitan saat menggelar kampanye, seperti izin untuk menggunakan ruang publik.

"Yang kami inginkan adalah permainan yang adil, namun pembatasan ditingkatkan belakangan ini. Amat sulit untuk mengatakan bahwa pemilihan mendatang akan bebas dan adil," tuturnya dalam konferensi pers di Rangoon.

Secara khusus, tambahnya, partai mereka dicegah untuk menggunakan tiga lapangan olahraga umum untuk menggelar kampanye.

Liga Nasional Demokrasi meraih kemenangan mutlak pada pemilu 1990 namun hasilnya dibatalkan oleh penguasa militer.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.