BBC navigation

Penembak 16 warga Afghanistan lupa kejadiannya

Terbaru  20 Maret 2012 - 22:27 WIB
Sersan Bales

Sersan Bales tiga kali tugas ke Irak sebelum dikirim ke Afghanistan.

Tentara Amerika Serikat yang membunuh 16 warga sipil Afghanistan di rumah mereka mengaku tidak terlalu ingat peristiwanya.

Pengacaranya, John Henry Browne, mengatakan hal ini setelah bertemu dengan Sersan Robert Bales di penjara militer Amerika untuk pertama kalinya.

Pembunuhan itu telah merongrong hubungan Amerika dan Kabul dan memunculkan seruan agar NATO mempercepat penarikan pasukannya dari Afghanistan.

Sersan Bales, 38 tahun, ditahan terpisah dari tahanan lain sambil menunggu tuntutan.

Ia tiba di tahanan militer di Kansas hari Jumat setelah diterbangkan dari Kuwait, demikian pernyataan dari militer AS. Tuntutan akan di disampaikan minggu depan.

Sersan Bales dikatakan hanya satu-satunya tersangka walau pernyataan dari Afghanistan menunjukkan bahwa lebih dari satu orang yang terlibat.

Istrinya, Karilyn, mengeluarkan pernyataan belasungkawa terhadap korban dan keluarga mereka dan mengatakan bahwa apa yang terjadi, kalau benar, ''di luar karakter dari pria yang saya kenal dan kagumi.''

Tuntutan mati

Pengacara Browne bertemu kliennya di Fort Leavenworth hari Senin kemarin untuk mempersiapkan pembelaan.

Sekilas Sersan Bales

  • Usia 38tahun
  • Dua anak
  • Masuk tentara tahun 2001
  • Tiga kali bertugas di Irak
  • Terluka dua kali

Ia mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa Sersan Bales ''sedikit ingat akan apa yang terjadi,'' di pagi hari tanggal 11 Maret lalu.

''Ia ingat beberapa kejadian sebelum peristiwa itu dan juga beberapa kejadian sesudah peristiwa. Tapi peristiwanya sendiri ia tak terlalu ingat,'' kata Browne.

Mengenai apakah Sersan Bales ingat tentang penembakan, Browne mengatakan, ''Tidak karena saya belum sampai ke sana.''

Ini berbeda dengan pernyataan Browne sebelumnya kepada sebuah televisi bahwa Sersan bales sama sekali tidak ingat terhadap penembakan yang terjadi.

Ia juga tidak memberi arti penting pada konsumsi alkohol Sersan Bales pada malam sebelum kejadian, dengan mengatakan ''beberapa teguk saja bukan minum penuh.''

Browne mengindikasikan kliennya tidak cukup sehat untuk bertugas ke Afghanistan setelah dalam dua tugas sebelumnya ke Irak dia mengalami luka-luka dua kali. Bales sudah pernah bertugas ke Irak sebanyak tiga kali.

Sementara dalam pernyataan terpisah, Karilyn Bales mengatakan juga ingin tahu dengan apa yang terjadi dan bagaimana bisa terjadi.

Ia menekankan bahwa korban dan keluarga korban di Afghanistan selalu ada dalam doanya, ''termasuk suami saya yang sangat saya cintai.''

Pentagon sebelumnya mengatakan bahwa Sersan Bales bisa menghadapi tuntutan hukuman mati.

Namun pengadilan bisa membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk selesai, yang sangat berkebalikan dengan tuntutan Afghanistan yang menginginkan hukuman secepat dan seberat-beratnya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.