Warga Timor Leste memberikan suara dalam pemilu presiden

Terbaru  17 Maret 2012 - 12:04 WIB

Sebelum memberikan suara, warga Timor Leste disibukkan dalam kampanye pemilu.

Warga Timor Leste memberikan suara dalam pemilihan presiden putaran pertama yang dimulai Sabtu (17/03).

Ini adalah pemilu presiden kedua semenjak Timor Leste merdeka dari kolonialisme Indonesia pada 2002 lalu.

Seorang relawan pemantau pemilu, Michael Malay, mengatakan, suasana tenang terlihat di sejumlah sudut ibukota Timor Leste, Dili, ketika para pemilik suara mendatangi tempat pemungutan suara di sejumlah distrik.

"Kehidupan berlangsung normal. Ada suasana yang sangat damai..." kata Malay kepada ABC News.

Situasi ini berbeda dengan pemilu 2007 lalu yang dibayang-bayangi konflik horisontal pada setahun sebelumnya yang menewaskan lebih dari 30 orang serta mengusir ratusan ribu warga ke lokasi pengungsian.

Berbagai kalangan menganggap pemilu presiden kali ini penting, karena PBB akan menyudahi tugasnya pada akhir tahun ini, dan menyerahkan tanggungjawab keamanan sepenuhnya kepada otoritas Timor Leste.

Calon terkuat

Sebagai negara baru, Timor Leste sejauh ini masih dikategorikan sebagai salah-satu negara termiskin di dunia.

Saat ini, Timor Leste yang menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan ASEAN, Timur, dilaporkan masih dililit persoalan kekurangan gizi, masalah kekerasan, serta angka pengangguran yang tinggi serta persoalan korupsi.

Mereka juga berkutat untuk terus memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat konflik dan pertumpahan darah selama bertahun-tahun, semenjak diduduki Indonesia pada 1975 dan akhirnya berakhir dalam referendum 1999.

Salah-satu kandidat capres Taur Matan Ruak (kiri), terlihat akrab dengan Perdana Menteri Xanana Gusmao.

Dan setelah melibatkan kehadiran PBB, Timor Leste akhirnya resmi merdeka pada 2002.

Dalam pemilu presiden Timor Leste ini, empat orang tampil sebagai calon terkuat, termasuk mantan komandan gerilya Taur Matan Ruak dan presiden saat ini Jose Ramos Horta.

Dua calon lain yang dianggap kuat adalah presiden partai Fretilin, Fransisco 'Lu Olo' Guterres dan presiden parlemen saat ini, Fernando de Araujo yang biasa dipanggil Lasama.

Lasama berada di tempat ketiga dalam pemilihan presiden putaran pertama tahun 2007 dan memberikan suaranya kepada Ramos Horta pada putaran kedua.

Berbagai kalangan menganggap pemilu presiden kali ini penting, karena pada 2012 ini PBB akan menyudahi tugasnya, dan menyerahkan tanggungjawab keamanan sepenuhnya kepada otoritas Timor Leste.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.