Putin umumkan kemenangannya dalam pemilu

Terbaru  5 Maret 2012 - 08:04 WIB
Vladimir Putin

Vladimir Putin (kiri) sudah dua kali menjabat sebagai presiden Rusia.

Vladimir Putin telah mengumumkan kemenangannya dalam pemilihan Presiden Rusia dan kembali memimpin negeri itu untuk masa jabatan ketiga setelah menghabiskan empat tahun terakhir sebagai perdana menteri.

Hasil penghitungan awal setelah warga Rusia memberikan suaranya Minggu (4/3) menunjukkan mantan Direktur KGB itu telah meraup 64% suara.

Jumlah suara ini cukup bagi Putin untuk memenangkan pemilu dalam satu putaran karena rival terkuatnya Gennady Zyuganov hanya mendapatkan 17% suara.

Tiga kandidat lainnya bahkan hanya memperoleh angka di bawah 10%.

Kemenangan itu disambut puluhan ribu pendukung Putin yang berkumpul di luar Kremlin sambil mengibarkan bendera Rusia dan spanduk berisi dukungan untuk Putin.

Putin sempat tampil bersama Presiden Dmitry Medvedev di hadapan pendukungnya dan mengucapkan terima kasih untuk para pendukungnya.

"Saya sudah menjanjikan kemenangan dan kita menang. Hidup Rusia!" kata Putin.

"Kita telah memenangkan perang dengan pertarungan terbuka dan jujur. Kita telah membuktikan tak ada seorangpun yang bisa memaksakan sesuatu kepada kita," tambah dia.

Perayaan kemenangan Putin ini berlangsung di bawah penjagaan ketat. Pemerintah bahkan mendatangkan 6.000 personil polisi tambahan dari luar kota Moskow.

Kecurangan

"Kita telah memenangkan perang dengan pertarungan terbuka dan jujur. Kita telah membuktikan tak ada seorangpun yang bisa memaksakan sesuatu kepada kita."

Vladimir Putin

Kemenangan Putin ini disambut dingin Gennady Zyuganov yang menuding telah terjadi kecurangan.

Dia menambahkan dengan meningkatnya kemarahan warga terhadap Putin, maka dia tidak bisa memimpin Rusia dengan cara yang dia lakukan selama ini.

"Pemilu ini tidak bisa dianggap sah dalam banyak hal," kata salah seorang pemimpin protes anti Putin, Vladimir Ryzhkov.

Sementara itu, kepala kampanye Putin, Stanislav Govurukhin menggambarkan pemilu presiden ini adalah yang terbersih sepanjang sejarah Rusia.

Jumlah pemilih yang datang memberikan suara mencapai 58,5% pada pukul 18.00 waktu Moskow atau pukul 21.00 WIB. Dan jumlah pemilih ini lebih tinggi dibanding pemilu 2008.

Pemilihan presiden ini digelar di bawah bayang-bayang dugaan kecurangan dalam pemilu parlemen Desember lalu yang dimenangkan Partai Rusia Bersatu pimpinan Putin.

Organisasi pengamat mengatakan terjadi banyak pelanggaran dalam pemilu parlemen, misalnya pemillih yang dipindahkan ke tempat-tempat pemungutan suara menggunakan bus.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.