Dirut Samsung digugat lagi karena urusan warisan

Terbaru  28 Februari 2012 - 16:05 WIB
Lee Kun-hee

Pimpinan konglomerasi Samsung ini digugat kakak dan adiknya karena urusan warisan.

Direktur utama raksasa elektronik Korea Selatan Samsung, Lee Kun-hee, digugat oleh adik perempuannya Lee Sook-hee, akibat kasus perebutan warisan saham.

Gugatan terhadap Direktur Lee, 70, itu seperti dikatakan kuasa hukum Lee Sook-hee kepada kantor berita AFP berisi tuntutan agar aset senilai 190 miliar won (sekitar Rp1,5 triliun) yang ditiggalkan mendiang ayah mereka, tulis kantor berita Korsel, Yonhap.

Gugatan ini senada dengan gugatan yang diajukan dua pekan lalu oleh kakak lelaki Direktur Lee, Lee Maeng-hee, 80, kata sang pengacara.

Gugatan anak laki-laki tertua Lee bernilai 700 miliar won (setara dengan Rp5,7 triliun) dalam bentuk saham pada perusahaan utama kerajaan bisnis itu, Samsung Electronics, serta Samsung Life Insurance, juga dalam bentuk dana segar.

Menurut dokumen pengadilan yang diajukan oleh Lee Maeng-hee, "saham tersebut... merupakan aset yang dimasukkan dalam sebuah badan pengelola atas nama orang yang bukan merupakan pewaris, padahal mestinya itu merupakan jatah bagi para pemilik hak waris menurut hukum".

Lee Kun-hee dituding ingin menguasai saham untuk dirinya sendiri.

Kisahnya nyaris seperti jalannya cerita operas sabun Korea kata wartawan BBC di Seoul, Lucy Williamson, dimana berbagai tudingan bertaburan seputar saham misterius dalam tubuh perusahaan elektronik paling sukses di Korea Selatan itu.

"Yang kami tahu urusan warisan sudah lama diselesaikan," kata seorang juru bicara Samsung kepada AFP namun tanpa memberi rincian penjelasan apapun.

Ampunan presiden

Ayah dari para penggugat dan tergugat Lee Byung-chull, meinggal dunia tahun 1987, setelah mendirikan Samsung sebagai perusahaan penjual ikan kering di Korea Selatan tahun 1938.

Kini Samsung Group berkembang menjadi konglomerasi dengan bidang usaha termasuk pembuatan kapal, telekomunikasi, elektronik dan konstruksi dengan angka penjualan mencapai $220 miliar (Rp2000 triliun) pada tahun 2010.

Sementara bulan lalu Samsung Electronics melaporkan adanya lonjakan 17% keuntungan sepanjang tiga bulan terakhir pada tahun 2011.

Lee Kun-hee menjadi pejabat pengganti di kursi tertinggi Konglomerasi Samsung tahun 1987. meski demikian pada April 2008, dirinya mundur setelah dirundung kasus dugaan penghindaran pajak dan melanggar kepercayaan penanam modal.

Akhirnya Lee dikenai dakwaan pelanggaran hukum pajak, namun diberi ampunan presiden tahun 2009 sehingga bisa kembali ke kursi Direktur Utama Samsung tahun 2010.

Menurut daftar orang terkaya majalah Forbes tahun 2010, Lee adalah orang terkaya di Korea Selatan dengan kekayaan pribadi mencapai $7,9 miliar (Rp72 triliun).

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.