BBC navigation

Pembahasan nuklir Iran berakhir tanpa hasil

Terbaru  25 Februari 2012 - 10:22 WIB
Parchin

Pbb menduga tempat pengayaan uranium Parchin dibangun dengan bantuan pakar asing.

Laporan Pengawas PBB menyebutkan Iran gagal bekerjasama dengan pejabat nuklir PBB selama dua kali pembicaraan di Teheran selama satu bulan ini.

Badan Atom Energi Atom Internasional IAEA menyatakan Teheran belum menjelaskan secara detail kemungkinan adanya aspek militer dalam program nuklir mereka.

Badan Atom juga menyatakan Iran mulai melakukan pengayaan uranium dalam beberapa bulan mendatang.

Laporan itu menyebutkan, Iran bersikeras dapat bekerjasama dengan Badan Atom tetapi mempertahankan hak untuk meneruskan program nuklir bagi masyarakat sipil.

"Iran ingin tetap mengadakan pembicaraan dengan IAEA untuk membuktikan bahwa aktivitas nuklirnya itu damai," kata utusan Iran untuk IAEA, Ali Asghar Soltanieh.

Negara Barat menuduh Iran mencoba teknologi untuk membangun sebuah bom nuklir dan memberikan sanksi kepada negara itu.

Pakar asing

Dokumen IAEA menyampaikan laporan mengenai pertemuan tim PBB yang berkunjung ke Iran pada akhir Januari dan pertengahan Februari.

"Iran tidak melakukan kerjasama yang penting... badan tidak dapat memberikan kepastian yang dapat dipercaya mengenai tidak jelasnya material dan aktivitas nuklir di Iran," seperti disebutkan oleh laporan itu.

"Iran tidak melakukan kerjasama yang penting... badan tidak dapat memberikan kepastian yang dapat dipercaya mengenai tidak jelasnya material dan aktivitas nuklir di Iran"

Laporan IAEA

"Badan tetap memiliki kekhawatiran yang serius mengenai kemungkinan dimensi militer dalam program nuklir Iran."

Sebelumnya, Badan Atom menyampaikan kekhawatiran bahwa Iran meningkatkan kemampuan militernya dengan bantuan seorang "pakar asing" di wilayah Parchin, di selatan Teheran.

Tetapi Iran membantah permintaan PBB untuk mengunjungi tempat itu dan menolak kekhawatiran badan yang "berdasarkan pada tuduhan yang sebenarnya tidak ada."

Dalam laporannya, Kepala IAEA Yukiya Amano mendesak Iran untuk merespon pertanyaan badan mengenai Parchin dan pakar asing.

Laporan itu juga menyatakan Iran meningkatkan jumlah mesin yang digunakan untuk pengayaan Uranium dan menambah produksi uranium 20% lebih tinggi.

Iran juga disebutkan mempersiapkan pekerjaan pengayaan Uranium pada pabrik Natanz dan tempat yang tersembunyi di Fordo, dekat dengan kota suci Qom.

Gedung Putih mempublikasikan sebuah pernyataan yang meminta Iran untuk mematuhi resolusi PBB yang meminta untuk menghentikan pengayaan uranium.

"Iran melanjutkan program pengayaan uranium yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

Jika Iran menolak maka isolasi dari komunitas internasional akan meningkat.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.