Mubarak jalani persidangan hari terakhir

Terbaru  22 Februari 2012 - 09:15 WIB
Mubarak

Terbaring dalam persidangan Mubarak tetap membantah semua tuduhan.

Pengadilan mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak kini memasuki hari terakhir setelah enam bulan berjalan.

Mubarak dituduh korupsi dan memerintahkan pembunuhan terhadap para pendemo saat aksi penggulingan dirinya Februari silam setelah tiga dekade berkuasa.

Jaksa mendakwa Mubarak dengan hukuman mati, yang saat persidangan terus membantah tuduhan terhadap dirinya.

Hakim dijadwalkan akan membacakan vonisnya setelah persidangan berakhir.

Dua anaknya, Alaa dan Gamal, mantan Menteri Dalam Negeri Habib al-Adly dan enam pejabat polisi senior lainnya juga turut disidang.

Anak lelaki Mubarak juga menghadapi dakwaan korupsi yang terpisah.

Tokoh berkuasa

Dalam pernyataan penutup sidang kemarin, kepala jaksa Mustafa Suleiman mengatakan bahwa sidang ini ''bukan sebuah kasus pembunuhan satu atau 10 atau 20 warga sipil, tetapi sebuah kasus bangsa secara keseluruhan.''

Dia mengatakan bahwa Mubarak pasti telah memerintahkan polisi untuk menembaki para pendemo yang menyebabkan 800 orang tewas.

Jaksa mengatakan telah menerima kesaksian dari 2.000 saksi mata, termasuk petugas polisi yang mendapat perintah dari atasan untuk mempersenjatai polisi dengan senapan otomatis untuk dipakai melawan para pendemo.

Wartawan BBC Jon Leyne di Kairo melaporkan bahwa meski semua pengamat mengatakan persidangan berjalan cukup adil, tetapi jaksa berpendapat mereka ditolak untuk mendapatkan akses ke beberapa bukti yang paling penting.

Pengadilan tidak mendengar catatan panggilan telepon dari kementerian dalam neger dalam beberapa jam ketika banyak pendemo terbunuh. Jaksa mengatakan banyak banyak saksi penting yang tidak dihadirkan sementara yang lainnya hanya memberikan kesaksian secara rahasia.

Pengacara Mubarak, Farid al-Deeb mengatakan bahwa militer Mesir yang bertanggung jawab atas keamanan ketika pendemo terbunuh.

Dia mengatakan Mubarak melakukan jam malam pada tanggal 28 Januari dan telah memberikan tanggung jawan kepada kepala militer.

Mubarak sendiri tampil di pengadilan dengan posisi terbaring. Pengacara beralasan pria berusia 83 tahun tersebut beresiko terkena stroke jika didudukkan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.