BBC navigation

Pengawas PBB dilarang ke fasilitas nuklir Iran

Terbaru  22 Februari 2012 - 10:07 WIB
nackaerts

Tim IAEA pimpinan Herman Nackaerts kembali gagal masuk ke dalam instalasi nuklir Iran.

Badan pengawas nuklir PBB IAEA mengatakan Iran telah menghentikan sebuah tim saat mengunjungi sebuah tempat penting militer.

IAEA mengatakan tidak ada kesepakatan yang dicapai saat memeriksa situs Parchin, Teheran Selatan, meski ada ''upaya intensif''.

Tim PBB datang ke lokasi tersebut guna mengklarifikasi ''kemungkinan dimensi militer'' dalam program nuklir Iran.

Iran selama ini menyatakan bahwa program nuklir mereka untuk kepentingan damai, tetapi negara Barat menduga digunakan untuk membuat senjata.

IAEA mengatakan tim kembali dari Iran tanpa ada kesepakatan setelah dua hari pembicaraan. Tahap pertama pembicaraan di bulan Januari juga gagal mencapai hasil.

''Ini mengecewakan bahwa Iran tidak menerima permintaan kami untuk mengunjungi Parchin,'' kata Direktur IAEA Yukiya Amano dalam sebuah pernyataan di Wina.

Diduga Parchin adalah tempat dimana ledakan yang terkait dengan senjata nuklir mungkin di uji coba dalam beberapa tahun terakhir.

Teheran sejauh ini belum memberikan komentar atas pernyataan terbaru IAEA.

"Ini mengecewakan bahwa Iran tidak menerima permintaan kami untuk mengunjungi Parchin"

IAEA

Wartawan BBC Bethany Bell di Wina melaporkan penolakan untuk bisa mendapatkan akses ke Parchin bukanlah sesuatu yang mengejutkan, karena memang hanya ada sedikit perkembangan dalam proses negosiasi antara Iran dan IAEA.

Spekulasi Israel

Evaluasi tim inspeksi IAEA atas kunjungan mereka terkait program nuklir Iran mungkin akan dikeluarkan akhir Februari.

Tetapi November lalu, IAEA mengatakan mereka memiliki informasi bahwaw Iran menjalankan serangkaian test '' relevan dengan pengembangan sebuah alat peledak nuklir''.

Ini membuat AS dan Uni Eropa mengetatkan sanksi kepada Iran, termasuk kebijakan menghentikan impor minyak mentah dari Iran.

Ketegangan ini juga menimbulkan spekulasi bahwa Israel mungkin akan melakukan serangan militer ke fasilitas nuklir Iran.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.