ICRC inginkan gencatan senjata di Suriah

Terbaru  21 Februari 2012 - 09:36 WIB
syrian ICRC

ICRC mengaku kesulitan memberikan bantuan tanpa ada gencatan senjata.

Komite Internasional Palang Merah, ICRC mengatakan tengah dalam pembicaraan dengan ''semua pihak terkait'' di Suriah guna menegosiasikan gencatan senjata.

Kelompok ini mengatakan mereka menginginkan adanya sebuah gencatan senjata singkat di sejumlah kawasan terparah agar bisa memberikan paket bantuan.

Juru bicara ICRC Bijan Farnoudi mengatakan mereka ''mendiskusikan beberapa kemungkinan'' agar bisa mengantarkan bantuan kemanusiaan.

Dia mengatakan tujuan diskusi adalah ''memfasilitasi perubahan akses bagi Palang Merah Suriah dan ICRC ke warga yang membutuhkan''.

"Isi pembicaraan yang kami jalani dengan otoritas Suriah dan semua pihak terkait dalam pertikaiaan berlangsung secara bilateral dan rahasia,'' dia menambahkan.

Palang Merah mengindikasikan gencatan senjata mungkin dilakukan dalam waktu terbatas, kemungkinan hanya beberapa jam.

ICRC telah memberikan bantuan makanan dan medis ke warga sipil sejak Suriah mengalami krisis keamanan akibat aksi menentang Presiden Bashar al-Assad.

Mereka adalah satu-satunya badan bantuan yang beroperasi di dalam negeri, tetapi mengalami kesulitan untuk mencapai daerah terparah.

Saat menjalani tugas, ICRC sering mengalami gangguan dan pelecehan. Bulan lalu petugas senior Palang Merah Suriah ditembak mati saat mengendarai mobil resmi Palang Merah.

ICRC mengatakan kawasan Homs dan Bludan semakin memburuk, sehingga diyakini Palang Merah menginginkan adanya gencatan senjata di daerah tersebut agar bisa mengevakuasi korban luka-luka dan memberi bantuan makanan dan medis.

Pembicaraan Rusia

syrian

Presiden Assad mengklaim asing mempersenjatai kelompok teroris bersenjata untuk mengganggu Suriah.

Menyusul kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri Cina Zhai Jun, Presiden Assad juga menerima kunjungan politisi terkemuka Rusia, Alexei Pushkov Senin kemarin di Damaskus.

Kantor berita Suriah Sana melaporkan bahwa Assad mengucapkan terimakasih kepada Pushkov atas dukungan Rusia, dengan mengulang pernyataan bahwa negaranya tengah menghadapi ''kelompok teroris bersenjata yang didanai dan dipersenjatai pihak asing, bertujuan untuk mengganggu stabilitas Suriah.''

Sedangkan Pushkov menekankan pentingnya bagi semua pihak untuk ''melanjutkan pekerjaan untuk sebuah solusi politik berdasarkan dialog diantara semua pihak, tanpa ada campur tangan asing,'' demikian laporan Sana.

Sementara usai kunjungan Zhai, koran resmi Partai Komunis Cina menuduh Barat memprovokasi sebuah perang sipil di Suriah.

Rusia dan Cina selama ini memberikan sikap mendukung Suriah dengan tidak ikut mengutuk rezim Assad dan memveto resolusi PBB atas Suriah.

Bagaimanapun, Sekretaris Jenderal Liga Arab Nabil Elaraby mengatakan ada ''indikasi dari Cina dan Rusia bahwa mereka mungkin akan mengubah posisi,'' tanpa memberikan penjelasan rinci.

Sejak aksi kekerasan meletus di Suriah, kelompok hak asasi manusia meyakini lebih dari 7.000 orang tewas di Suriah.

Sementara pemerintah Suriah mengatakan 2.000 anggota pasukan keamanan mereka tewas saat berperang melawan militan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.