
Inggris akan membangun delapan reaktor nuklir baru pada 2025 mendatang.
Pemerintah Inggris dan Prancis segera menandatangani perjanjian kerjasama untuk mengembangkan tenaga nuklir demi keperluan damai.
Inggris menekankan perjanjian ini menunjukkan komitmen negeri itu untuk mengembangkan energi nuklir sebagai bagian diversifikasi penyediaan energi.
"Deklarasi bersama ini menjadi tanda komitmen bersama untuk mengembangkan energi nuklir di masa depan, merancang visi jangka panjang kami terkait pasokan energi yang aman dan tercukupi yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan membantu mencapai target penurunan emisi," demikian pernyataan resmi Kantor Perdana Menteri Inggris.
Pemerintah Inggris menambahkan perjanjian kerjasama ini akan menciptakan sejumlah perjanjian komersial terkait sektor energi nuklir dengan nilai lebih dari £500 juta atau Rp7,1 triliun.
Selain itu, berbagai proyek itu akan menyediakan sedikitnya 1.500 lapangan kerja bagi warga negara Inggris.
Untuk melengkapi perjanjian ini maka kedua negara akan bekerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk memperkuat kapabilitas internasional untuk menghadapi kondisi darurat nuklir dan mewujudkan kerangka kerja bersama sebagai landasan kerjasama dan saling bertukar informasi terkait keamanan energi nuklir.
Usai tsunami
"Sebagai dua negara nuklir terkemuka, kami akan menggabungkan pengetahuan kami untuk memperkuat kerjasama industrial, meningkatkan keamanan nuklir dan menciptakan lapangan kerja."
James Cameron
Niat Inggris dan Prancis ini muncul 11 bulan setelah tsunami Jepang menghancurkan pembangkit listrik tenaga nuklli Fukushima Daiichi yang mengakibatkan material radioaktif ke laut dan udara.
Pemerintah Inggris dan Prancis juga bekerja sama dengan sektor swasta yang bergerak di bidang energi nuklir dalam sejumlah bidang antara lain pelatihan, riset dan pengembangan serta pengamanan.
"Sebagai dua negara nuklir terkemuka, kami akan menggabungkan pengetahuan kami untuk memperkuat kerjasama industrial, meningkatkan keamanan nuklir dan menciptakan lapangan kerja," kata Perdana Menteri Inggris James Cameron.
Pada Juni 2011, pemerintah Inggris mengumumkan rencana pembangunan delapan pembangkit listrik tenaga nuklir generasi baru pada 2025 mendatang.
Kedelapan reaktor itu adalah perluasan dari reaktor nuklir yang kini sudah berdiri.
Sementara itu, pada awal bulan ini Komisi Tenaga Nuklir AS menyetujui pembangunan reaktor nuklir baru pertama kali sejak 1978.










