BBC navigation

Cina dan Uni Eropa bahas krisis utang

Terbaru  14 Februari 2012 - 13:26 WIB
Mata uang Cina

Cina mempertimbangkan untuk memberikan bantuan dana talangan untuk Eropa.

Pemimpin Cina dan Uni Eropa bertemu untuk membahas masalah krisis utang Eropa.

Perdana Menteri Wen Jiabao dijadwalkan bertemu dengan Presiden Uni Eropa Herman Van Rompuy dan Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso di Beijing.

Masalah Suriah dan Iran juga akan dibahas dalam pertemuan tersebut, termasuk penolakan maskapai Cina untuk membayar pajak Uni Eropa.

Tetapi, topik utama yang diperkirakan akan dibahas adalah krisis keuangan di Eropa dan bagaimana Cina dapat membantu mengatasinya.

"Isu utang merupakan saat yang genting," kata juru bicara Menteri Luar Negeri Liu Weimin pada Senin (13/2).

"Kami percaya bahwa Cina yang merupakan mitra dagang terbesar dan kekuatan ekonomi terbesar di dunia (secara bersama), merupakan penting bagi Uni Eropa untuk menyelesaikan masalah ini."

Dua pemimpin Uni Eropa juga akan bertemu dengan Presiden Cina Hu Jintao pada Rabu (15/2).

Dukungan pro aktif

Mereka ingin Beijing untuk mengucurkan investasi dalam dana talangan untuk membantu negara yang terlilit utang - yang kelihatanya tengah mempertimbangkannya.

Penyerapan dana asing di Cina merupakan yang terbesar di dunia.

Tetapi, Liu mengatakan Uni Eropa harus melanjutkan reformasi struktural untuk "memberikan sinyal jelas" kepada komunitas internasional.

"Negara yang berutang banyak harus - menurut kondisi nasional mereka - mengadopsi kebijakan fiskal yang tepat.

Mata uang Euro

Parlemen Yunani menyetujui program penghematan baru untuk selamatkan dana pinjaman.

Komunitas internasional harus melanjutkan dukungan pro aktif terhadap upaya Uni Eropa untuk menghadapi krisis ".

Dalam uraian Senin (13/2) lalu, media Partai Komunis People's Daily menyebutkan Cina berkepentingan untuk membantu Eropa- dan mencoba untuk mengurangi kekhawatiran terhadap investasi Cina di Eropa.

"Cina tak hanya tidak memiliki keinginan atau kemampuan untuk "membeli Eropa" atau "mengontrol Eropa" seperti yang disampaikan oleh sejumlah negara di Eropa, tetapi juga mendukung mata uang euro dan Uni Eropa sejak awal sampai akhir," kata daily.

Pertemuan Uni Eropa dan Cina dilakukan sehari setelah lembaga pemeringkat kredit Moody's, menurunkan peringkat bagi enam negara Eropa, termasuk Italia, Portugal dan Spanyol.

Lembaga itu juga menurunkan perkiraan kredit untuk Prancis, Inggris dan Austria.

Moody's mengatakan perubahan itu menunjukan perkiraan ekonomi Eropa yang lemah dan ketidakpastian sumber daya untuk mengatasi krisis utang.

Pada Minggu (12/2), parlemen Yunani menyetujui program penghematan yang baru.

Yunani mencoba untuk menyelamatkan dana talangan sekitar 130 miliar euro atau US$170 miliar dari Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional untuk mencegah kebangkrutan akibat utang.

Kesepakatan, yang belum difinalisasi itu, dapat menutupi sekitar setengah utang swasta Yunani.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.