
Sejumlah bangunan hancur dan toko-toko serta sekolah tutup akibat gempa.
Upaya penyelamatan korban tewas dan hilang akibat gempa di Filipina terus dilakukan oleh petugas dan militer.
Tim militer dan kepolisian juga membantu para pengungsi, seperti disampaikan pejabat operasi di Kantor Pertahanan Sipil Wilayah Ver Neil Balaba.
"Yang paling dibutuhkan oleh pengungsi adalah air, tenda dan makanan," kata dia.
Badan Geologi AS menyebutkan gempa dengan kekuatan 6,7 skala richter pada kedalaman 20 km, di sekitar 70 km di bagian utara Kota Dumaguete di Pulau Negros.
Gempa yang terjadi Senin pagi sekitar pukul 08.00, menyebabkan sekitar 15 orang tewas dan 44 orang hilang serta 52 luka-luka, seperti disampaikan oleh pejabat resmi.
Korban tewas termasuk dua anak-anak, menurut Badan Penanggulangan Risiko dan Manajemen Bencana Nasional (NDRRMC).
Sebuah laporan lokal menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 43 orang, termasuk sejumlah orang yang tewas akibat tanah longsor di wilayah Guihulngan.
Tetapi, laporan tersebut belum dikonfirmasi oleh pemerintah pusat. Jaringan telekomunikasi juga terputus di sejumlah wilayah.
Jalanan dan jembatan yang rusak menjadi hambatan dalam distribusi bantuan dan tim penyelamat.










