Warga Tibet kembali membakar diri sebagai protes

Terbaru  6 Februari 2012 - 00:08 WIB
Tibet

Pemerintah Beijing dianggap ingin menghapuskan budaya Tibet.

Tiga warga Tibet kembali membakar diri di Provinsi Sichuan, Cina, sebagai aksi protes menentang pemerintahan Cina di Tibet.

Para pegiat Tibet mengatakan dua diantara pengunjuk rasa itu tewas dan seorang lagi menderita cedera serius.

Mereka dilaporkan menuntut kemerdekaan Tibet dan pulangnya pemimpin spritual Tibet yang sedang mengungsi, Dalai Lama.

Radio Free Asia yang bermarkas di Amerika Serikat mengatakan aksi bakar diri berlangsung hari Jumat 3 Februari.

Dan kelompok Free Tibet di Inggris membenarkan terjadinya unjuk rasa tersebut.

Namun seorang pejabat pemerintah lokal mengatakan kepada kantor berita AP, Minggu (05/02), membantah aksi bakar diri tersebut.

Dengan insiden terbaru ini, sedikitnya 19 warga Tibet melakukan unjuk rasa dengan membakar diri atas kependudukan Cina di Tibet sejak tahun lalu dan 13 di antaranya meninggal dunia.

Operasi keamanan

Provinsi Sichuan -yang berbatasan dengan Tibet- menjadi tempat tinggal ratusan ribu warga Tibet.

Masalah Tibet

  • Cina menegaskan Tibet sebagai bagiannya
  • Operasi militer Cina atas Tibet digelar pada 1950
  • Kelompok penentang kekuasaan Cina melancarkan unjuk rasa berdarah pada 1959
  • Dalai Lama mengungsi ke India

Pemerintah Beijing menyebut unjuk rasa dengan membakar diri ini sebagai tindakan terorisme dan menuding Dalai Lama yang berada di belakang para biksu Tibet yang membakar diri.

Wartawan BBC di Beijing, Michael Bristow, melaporkan pihak berwenang belum lama ini melancarkan operasi keamanan dengan menutup kawasan Sichuan barat, yang banyak dihuni warga Tibet.

Saluran telepon ke kawasan itu diputus dan pos-pos pemeriksaan didirikan di jalan-jalan utama.

Akhir Januari, Sekretaris Partai Komunis Cina (PKC) di Tibet, Qi Zala, memerintahkan agar pengamanan diperketat di kuil-kuil Budha dan di jalan-jalan utama untuk mencegah aksi unjuk rasa di beberapa kawasan di Tibet dan Cina tidak menyebar.

Pemerintah Cina dituduh ingin menghapuskan kebudayaan Tibet secara sistematis.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.