BBC navigation

PBB: Kematian warga sipil Afghanistan terus meningkat

Terbaru  4 Februari 2012 - 14:38 WIB

Warga Afghanistan yang tewas meningkat terus dalam lima tahun terakhir, demikian laporan PBB.

Warga sipil Afghanistan yang tewas dan terluka meningkat secara berturut-turut dalam lima tahun terakhir, demikian laporan PBB.

Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) mengungkapkan, 3.021 warga sipil tewas sepanjang 2011, lebih tinggi dibanding kematian warga sipil pada 2010 yaitu 2.790, sementara 2.412 warga sipil tewas pada 2009.

Menurut PBB, sebagian besar yang tewas adalah akibat serangan kelompok pemberontak.

Disebutkan pula, serangan mematikan itu paling banyak menggunakan bom buatan serta bom bunuh diri.

Namun laporan ini membenarkan, kematian warga sipil akibat serangan udara yang mendukung pemerintah Afghanistan terus meningkat selama 2011.

"Jumlah anak-anak, perempuan dan pria Afghanistan yang tewas akibat perang, terus meningkat," kata Jan Kubis, Perwakilan Khusus PBB untuk Sekjen PBB Ban Ki-moon.

Sangat menderita

"Terlalu lama bagi warga sipil Afghanistan untuk membayar dengan harga begitu mahal dalam perang. "

Jan Kubis, Perwakilan Khusus PBB untuk Sekjen PBB Ban Ki-moon.

"Terlalu lama bagi warga sipil Afghanistan untuk membayar dengan harga begitu mahal dalam perang. Karena itu, kita harus tingkatkan upaya melindungi mereka dari kematian dan luka-luka yang terus meningkat pada 2012..."

Komisaris Tinggi PBB untuk masalah HAM, Navi Pillay, mengatakan "sangat khawatir" bahwa korban sipil terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Di balik angka-angka ini, jelas warga Afghanistan sangat menderita dan sangat dirugikan. Ini adalah kewajiban kita semua untuk menghentikan ini semua, sekaligus mencegahnya," katanya.

Pillay mengatakan, akan melaporkan persoalan hak asasi manusia di Afghanistan ini pada Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Maret nanti.

Pada 2014 nanti, pasukan keamanan internasional dibawah koordinasi NATO akan meninggalkan Afghanistan, dan menyerahkan keamanan negara itu kepada Afghanistan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.