Dampak kerusuhan bola, kota Kairo tegang

Terbaru  2 Februari 2012 - 22:21 WIB
Demonstrasi di Kairo

Selain di Lapangan Tahrir, massa juga bergerak ke arah departemen dalam negeri.

Massa berkumpul di Kairo di tengah ketegangan yang terus meningkat menyusul kerusuhan di kota Port Said.

Para pendukung sepak bola menutup Lapangan Tahrir, sementara sejumlah lainnya melakukan demonstrasi mengecam cara polisi menangani kerusuhan Rabu (1/2) yang menewaskan 74 orang.

Pemerintah menetapkan tiga hari berkabung menyusul kerusuhan yang diawali dengan pendukung bola tim lokal Al-Masry yang menyerbu lapangan setelah menundukkan tim papan atas asal Kairo, Al-Ahly.

Kabinet dan parlemen Mesir melakukan pertemuan darurat sementara gubernur Port Said mengundurkan diri.

Kejaksaan Mesir memerintahkan agar 52 orang yang ditahan setelah kerusuhan, segera diperiksa dan juga gubernur Port Said.

Sidang parlemen dibuka dengan mengheningkan cipta. Ketua parlemen Mohamed Saad al-Katatni mengatakan kerusuhan itu merupakan "perbuatan setan" dan bahwa revolusi Mesir berada "di ambang bahaya".

Pemakaman para korban dilangsungkan pada hari Kamis siang di Port Said.

Kemarahan besar

Kerusuhan sepak bola

  • Okt 82: Lebih dari 300 orang tewas dalam insiden di Moskow dalam pertandingan Spartak-Haarlem.
  • Mei 85: 56 orng tewas dalam kebakaran selama pertandingan klub Bradford City-Lincoln City di Bradford, Inggris.
  • Mei 85: 39 orang meninggal saat tembok pemisah runtuh pada pertandingan antara Liverpool dan Juventus di stadion Heysel, Brussels.
  • Maret 88: 93 orang meninggal karena terinjak-injak setelah menyelamatkan diri dari badai es di stadion Kathmandu, Nepal.
  • April 89: 96 orang meninggal menyusul pertandingan antara Liverpool-Nottingham di Sheffield.
  • Jan 91: Paling tidak 40 orang meninggal dalam insiden terinjak-injak pada pertandingan persahabatan di Orkney, Afrika Selatan.
  • Okt 96: Sekitar 80 orang meninggal dalam insiden pertandingan kualifikasi Piala Dunia antara Guatemala-Kosta Rika.
  • Apr 01: Lebih dari 40 orang meninggal di stadion Ellis Park, Johannesburg, Afrika Selatan karena kondisi yang terlalu penuh.
  • Mei 01: 127 orang meninggal setelah polisi di Ghana melepaskan tembakan ke arah massa setelah kerusuhan dalam pertandingan antara klub Hearts of Oak dan Assante Kotoko di stadion Accra.

Para demonstran di lapangan Tahrir -sebagian besar adalah pendukung Al-Ahly yang dikenal dengan nama Ultra- menggunakan besi dan sejumlah kendaraan untuk menutup jalan masuk ke lapangan.

Sejumlah demonstran lain berpawai dari markas klub sepak bola itu ke departemen dalam negeri.

Wartawan BBC Jon Leyne di Kairo mengatakan massa benar-benar marah dan menganggap polisi tidak mampu menangani kerusuhan.

"Kami sangat marah, Anda dapat melihat kemarahan ini di mata kami," kata pendukung AL-Ahly Mohammed Abdel Hamid kepada BBC.

Wartawan kami mengatakan para pendukung klub Kairo ini memang dikenal sangat keras, khususnya Ultra.

Para Rabu malam, ratusan pendukung berkumpul di stasiun kereta Kairo untuk menjemput korban luka dan meninggal yang dibawa dari Port Said.

Tentara dikerahkan di Port Said sementara polisi berpatroli di seputar kamar jenazah dan rumah sakit-rumah sakit. Namun di sebagian besar jalan, tidak ada penjagaan polisi.

Militer juga telah mendirikan pos-pos pemeriksaan di jalan-jalan masuk ke kota itu.

Marsekal Hussein Tantawi, kepala dewan militer Mesir bertemu dengan para pemain Al-Ahly yang diterbangkan dari Port Said dengan pesawat militer.

"Kejadian ini tidak akan meruntuhkan Mesir ... insiden seperti ini terjadi di manapun di dunia. Kami tidak akan membiarkan mereka yang berada di balik ini, lepas begitu saja," katanya seperti dikutip kantor berita Associated Press.

Kejadian Rabu malam itu pecah pada akhir pertandingan yang dimenangkan oleh klub Port Said, 3-1.

Para saksi mata mengatakan suasana sepanjang pertandingan tegang sejak seorang pendukung Al-Ahly mengangkat spanduk berisi penghinaan terhadap tim tuan rumah.

Begitu pertandingan berakhir, massa masuk ke lapangan dan menyerang para pemain dan pendukung Al-Ahly.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.