BBC navigation

Rusuh sepakbola Mesir, 74 orang tewas

Terbaru  2 Februari 2012 - 07:25 WIB
Sepakbola Mesir

Ribuan pendukung klub Al-Masry memasuki lapangan dan menyerang para pemain Al-Ahly.

Sedikitnya 74 orang tewas dalam bentrokan antar kelompok pendukung klub papan atas Liga Mesir Al-Masry dan Al-Ahly di kota Port Said, Rabu (1/2) malam waktu setempat.

Selain itu puluhan lainnya terluka saat kedua kubu penggemar yang bersenjatakan pisau menyerbu lapangan usai pertandingan antara kedua klub itu.

Aparat keamanan khawatir jumlah korban tewas akan bertambah. Dilaporkan sebagian korban tewas adalah petugas keamanan.

Menteri Kesehatan Mesir Hesham Sheiha menyatakan insiden itu adalah kerusuhan sepakbola terburuk di negeri itu.

"Peristiwa ini sangat buruk dan menyedihkan," tutur Hesham kepada stasiun televisi pemerintah.

Wartawan BBC di Kairo Jon Leyne mengatakan buruknya pengamanan di stadion berkontribusi atas kerusuhan berdarah ini.

Selain itu, pendukung sepakbola di Mesir terkenal brutal terutama pendukung klub Al-Ahly yang menyebut diri mereka Ultras.

Anggota Ultras banyak terlibat juga dalam berbagai unjuk rasa politik belakangan ini, sambung Leyne.

Bahkan muncul spekulasi bahwa dinas rahasia memiliki kepentingan untuk merangkul para pendukung Al-Ahly ini.

Menghina tuan rumah

"Kejadian ini adalah hari kelam untuk sepakbola. Tragedi semacam ini tak pernah terbayangkan dan seharusnya tidak terjadi."

Sepp Blatter

Kerusuhan yang terjadi usai pertandingan yang berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan klub tuan rumah Al-Masry.

Sejumlah saksi mata menuturkan suasana tegang sudah terasa di sepanjang pertandingan, apalagi pendukung Al-Ahly membentangkan spanduk yang menghina pendukung tuan rumah.

Tak lama setelah wasit meniupkan peluit panjang tanda pertandingan usai pendukung Al-Masry masuk ke lapangan dan menyerang para pemain Al-Ahly.

Sejumlah kecil pasukan keamanan berusaha mencegah amuk ribuan penonton itu namun mereka tak kuasa membendung massa yang membludak.

Aparat keamanan menyatakan korban tewas kebanyakan akibat gegar otak, luka tusukan dan terinjak-injak.

"Ini bukan sepakbola. Ini perang, orang tewas di depan mata kami," kata pemain Al-Ahly Mohamed Abo Treika.

"Saya pikir kerusuhan ini bukan karena sepakbola. Para perusuh itu bukan fans sepakbola," kata mantan pemain Al-Ahly Hani Seddik kepada BBC.

Kekerasan Sepakbola Terburuk

Mei 1964: 318 orang tewas akibat kerusuhan dalam pertandingan Peru-Argentina di Lima

Jun 68: Lebih dari 70 orang tewas terinjak-injak usai pertandingan antara River Plate-Boca Juniors di Buenos Aires

Jan 71: 66 orang tewas dalam bentrok antar pendukung usai derbi Rangers-Celtic di Glasgow, Skotlandia

Feb 74: 49 orang tewas dalam kerusuhan sepakbola di Kairo

Okt 82: lebih dari 300 tewas terinjak-injak di lorong sempit dan dingin usai pertandingan Spartak-Haarlem di Moskow

Mei 85: 56 orang tewas akibat kebakaran dalam pertandingan Bradford City-Lincoln City di Bradford, Inggris.

Mey 85: 39 orang tewas saat pembatas penonton ambruk dalam pertandingan Liverpool-Juventus di Final Champions Cup Eropa di Stadion Heysel, Brussels

Maret 88: 93 orang tewas terinjak-injak saat menghindari badai salju di Stadion Nasional Nepal di Kathmandu.

Apr 89: 96 tewas dalam laga Liverpool-Nottingham Forest di Sheffield

Jan 91: Sedikitnya 40 orang tewas dalam kerusuhan usai pertandingan persahabatan di Orkney, Afrika Selatan.

Okt 96: 80 orang tewas terinjak-injak jelang laga penyisihan Piala Dunia antara Guatemala-Kosta Rika di Guatemala City

Apr 01: Lebih dari 40 orang tewas di Stadion Ellis Park yang terlalu penuh di Johannesburg, Afrika Selatan

"Bagaimana mungkin mereka bisa membawa pisau ke dalam stadion? Bagi saya ini adalah tindakan orang-orang yang tak menginginkan negeri ini aman dan ingin mengusir turis dari sini," kata Seddik yang menonton pertandingan lewat televisi di kediamannya di Kairo.

Pendukung Mubarak

Sementara itu, Ikhwanul Muslimin yang baru saja menjelma menjadi partai politik terbesar Mesir usai pemilu menuding kerusuhan ini dilakukan para pendukung mantan Presiden Hosni Mubarak.

"Insiden di Port Said sudah direncanakan dan menjadi sebuah pesan dari sisa-sisa pendukung rezim lama," kata anggota parlemen dari Ikhwanul Muslimin, Essam al-Erian.

Essam menambahkan militer dan polisi berkeinginan untuk membungkam kritik yang menuntut dihentikannya situasi darurat di Mesir.

Kerusuhan di Port Said ini segera merambah Kairo yang mengakibatkan satu pertandingan liga ditunda.

Selanjutnya seluruh pertandingan Liga Primer Mesir ditunda dan parlemen Mesir yang baru terpilih akan menggelar pertemuan darurat, Kamis (2/2).

Insiden ini juga mengundang komentar Presiden FIFA Sepp Blatter yang menyatakan keterkejutannya mendengar kerusuhan berdarah di Mesir itu.

"Kejadian ini adalah hari kelam untuk sepakbola. Tragedi semacam ini tak pernah terbayangkan dan seharusnya tidak terjadi," kata Blatter.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.