BBC navigation

Seruan peningkatan pengamanan di Tibet

Terbaru  31 Januari 2012 - 18:48 WIB
Polisi di Provinsi Sichuan, yang berbatasan dengan Tibet.

Polisi dikerahkan setelah unjuk rasa antipemerintah Cina di Tibet yang berlangsung di Provinsi Sichuan.

Seorang pejabat Partai Komunis Cina (PKC) di Tibet memerintahkan agar pengamanan diperketat di kuil-kuil Budha dan di jalan-jalan utama untuk mencegah aksi unjuk rasa di beberapa kawasan di Tibet dan Cina tidak menyebar.

Qi Zala, yang menjabat Sekretaris PKC di Lhasa, juga memperingatkan para biksu bahwa mereka bisa diberhentikan jika muncul masalah.

"Kita harus memukul keras semua kegiatan separatisme, yang merusak, dan kriminal dari klik Dalai dan menempuh semua upaya untuk mewujudkan tujuan kita tanpa membiarkan setiap insiden, besar atau kecil, terjadi," katanya seoperti diterbitkan di situs pemerintah di Lhasa.

Dia merujuk kepada pemimpin Tibet, Dalai Lama, yang mengasingkan diri.

"Para pejabat dan fungsionaris di Lhasa, khususnya polisi, harus meningkatkan upaya mengerahkan polisi dan meningkatkan pendaftaran dan inspeksi di sepanjang jalan-jalan nasional, kuil-kuil utama, dan para tersangka utama," tambahnya.

Kekerasan terburuk

"Kita harus memukul keras semua kegiatan separatisme, yang merusak, dan kriminal dari klik Dalai dan menempuh semua upaya untuk mewujudkan tujuan kita tanpa membiarkan setiap insiden, besar atu kecil, terjadi."

Qi Zala

Wartawan BBC di Beijing, Martin Patience, melaporkan seruan ini mencerminkan kekhawatiran pemerintah Beijing atas menyebarnya unjuk rasa di kalangan masyrakat Tibet.

Pekan lalu, berlangsung tiga aksi unjuk rasa besar untuk menentang penguasa Cina di Provinsi Sichuan, yang berbatasan dengan Tibet. Provinsi Sichuan memiliki komunitas warga Tibet yang cukup besar.

Pihak berwenang mengatakan sedikitnya tiga pengunjuk rasa tewas dalam rangkaian unjuk rasa tersebut dan belasan lainnya cedera.

Kekerasan terbaru ini disebut-sebut sebagai yang terburuk dalam gelombang unjuk rasa Tibet selama empat tahun terakhir.

Kelompok-kelompok pendukung Tibet mengatakan jumlah warga Tibet yang tewas karena ditembak aparat keamanan Cina jauh lebih tinggi dari yang dinyatakan secara resmi.

Selain itu, sejak Maret 2011, sedikitnya 16 warga Tibet membakar diri sebagai protes atas pendudukan Cina di Tibet.

Pemerintah Cina dituduh ingin menghapuskan kebudayaan Tibet secara sistematis.

Wartawan asing dilarang masuk ke Tibet sehingga laporan-laporan yang independen tentang situasi di kawasan itu -termasuk jumlah korban yang jatuh akibat kekerasan dengan aparat keamanan- sulit diperoleh.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.