
Para pekerja Cina banyak terlibat pembangunan infrastruktur di Sudan.
Pasukan Sudan membebaskan 14 orang pekerja pembuat jalan asal Cina yang dikabarkan disandera kelompok militan di kawasan terpencil di sebelah selatan Sudan.
Radio Omdurman mengutip Gubernur Kordofan Selatan Ahmed Haroun mengatakan para pekerja itu kini dibawa militer Sudan ke kota El Obeid.
Laporan tersebut yang juga dikabarkan kantor berita Sudan SUNA tidak menjelaskan waktu operasi pembebasan itu.
Gubernur Haroun hanya mengatakan militer Sudan kini tengah berusaha membebaskan sisa pekerja Cina yang masih disandera.
Tidak dikabarkan juga jumlah pekerja Cina yang masih ditahan namun Kedutaan Besar Cina di Khartoum mengatakan sebanyak 29 orang pekerja disandera setelah terjadi serangan di kota Abbasiya di Kordofan Selatan, Sabtu (28/1).
Pemerintah Sudah menuding serangan itu dilakukan Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan-Utara (SPLM-N), sebuah kelompok gerilyawan yang melawan pemerintahan Khartoum selama beberapa dekade.
Sekutu dekat
Sebagian besar anggota kelompok ini adalah etnis minoritas yang kini mengontrol sebagian besar Sudan Selatan, yang merupakan negeri termuda dunia setelah merdeka enam bulan lalu dari Sudan.
Sudan menuduh Sudan Selatan mempersenjatai kelompok pro Selatan di Kordofan Selatan.
Pemerintah Sudan Selatan menuding tuduhan itu merupakan upaya untuk membenarkan invasi utara ke selatan di masa depan.
Cina mengirim pekerja dalam jumlah besar ke kawasan yang bergolak seperti Sudan.
Padahal tahun lalu saja negeri itu harus mengirimi kapal laut dan pesawat terbangnya demi memulangkan 30.000 warga Cina di Libia.
Cina sejak lama dikenal sebagai sekutu dekat Sudan dan secara konsisten menggunakan diplomasi di forum internasional seperti PBB untuk membela Sudan dan pemimpinnya Omar al-Bashir.
Beberapa tahun belakangan, Cina juga menjajaki hubungan baik dengan pemimpin wilayah Selatan sumber dari sebagian besar minyak Sudan.
Tak hanya itu, sejumlah perusahaan Cina juga berinvestasi di bidang perminyakan di Sudan.










