
Kemana Suu Kyi pergi, massa mengikuti dan mengelu-elukannya di Burma.
Pemimpin prodemokrasi Burma, Aung San Suu Kyi, menjalani rangkaian jadwal kampanyenya dengan memulai kunjungan ke kota pantai di Dawei hari ini sebelum pemilu sela 1 April mendatang.
Perjalanan ini adalah agenda pertamanya ke luar kota Rangoon dalam beberapa bulan terakhir.
Kunjungan ini juga menjadi pusat perhatian untuk mengukur sejauh mana Suu Kyi benar-benar bebas bergerak setelah bebas dari status tahanan rumah dan mencalonkan diri untuk menjadi anggota parlemen.
Ribuan pendukung berkumpul untuk melihat ikon hak asasi Burma berusia 66 tahun yang juga pemegang hadiah Nobel untuk Perdamaian ini.
Suu Kyi dibebaskan dari status tahanan rumah tahun 2010 dalam rangkaian langkah yang disebut media Barat sebagai proses reformasi hati-hati pemerintah Burma yang dipimpin sipil namun didukung junta militer.
Partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) juga ikut dalam seluruh proses politik dalam pemilu sela ini.
Suu Kyi sendiri memperebutkan kursi perwakilan untuk kota pinggiran, Kawhmu.
Seorang juru bicara NLD mengatakan pada BBC perjalanan Suu Kyi ke Dawei diharapkan akan membantu mengorganisir cabang partai setempat menjelang pemilu.
Meski demikian, perjalanan ini lebih bermakna dari sekedar upaya administratif, kata wartawan BBC untuk urusan Asia Tenggara, Rachel Harvey.
Kemanana pun Suu Kyi pergi, massa berkumpul, berharap bisa melihat sekelebatan sosoknya yang sudah dipenjarakan rezim militer selama 15 tahun dalam periode 23 tahun.
Reformasi
Di Dawei masyarakat berjejer di tepi jalan meneriakkan "Panjang Umur Aung San Suu Kyi."
"Kalau kita bergerak ke arah yang tepat, negeri kita akan punya bayak peluang. Kita bersemangat meraihnya," kata Suu Kyi kepada para pendukungnya seperti dikutip kantor berita AFP.
Pemerintah Burma berencana membangun sebuah pusat industri besar di Dawei, yang bisa jadi akan mengubah wilayah ini.
Sebelumnya pemerintah setempat membatalkan rencana pembangunan sebuah pembangkit listrik tenaga batu bara karena kekhawatiran akan menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan di sana.
Keputusan ini dipandang sebagai sebuah kemenangan bagi kalangan pegiat lingkungan setempat serta sebagai pertanda bahwa proses reformasi tengah berlangsung, kata wartawan BBC.
Pemilu pada bulan April mendatang akan menjadi kali pertama dimana Suu Kyi ikut terlibat dalam pemilu secara langsung. Dirinya dikenai status tahanan rumah tahun 1990 padahal saat itu NLD memenangkan pemilu dengan suara mutlak. Baik partainya maupun Suu Kyi tak boleh menduduki jabatan penguasa.
NLD kemudian memboikot pemilu 2010 yang akhirnya menempatkan Presiden Thein Sein, seorang sipil yang didukung kuat oleh militer, sebagai pengganti kepala pemerintahanan junta.
Sejak saat itu pemerintahan baru ini memulai dialog dengan Suu Kyi dan mengubah sejumlah pasal dalam UU pemilu yang menyebabkan NLD memboikot pemilihan tahun 2010.










