
Korban tewas terus berjatuhan meski Liga Arab telah mengirim tim pemantau ke Suriah.
Liga Arab mengatakan mereka menunda misi pemantauan yang kontroversial di Suriah karena kasus kekerasan yang terus meningkat, meskipun sejumlah pemantau tetap berada di negara itu.
Misi yang dibentuk pada Desember lalu ini bertujuan untuk memantau apakah Damaskus memenuhi usulan yang telah diajukan oleh Liga Arab untuk mengakhiri pertumpahan darah di negara itu.
Sejumlah negara anggota Liga Arab sebelumnya telah menarik diri dari misi tersebut akibat tindakan kekerasan yang terus dilakukan oleh keamanan Suriah.
Damaskus sendiri menuding Liga Arab terus berupaya meningkatkan tekanan untuk melibatkan campur tangan asing di negara itu.
"Mengingat memburuknya krisis di Suriah dan terus berlanjutnya penggunaan kekerasan. ..maka telah diputuskan untuk segera menghentikan kegiatan misi Liga Arab di Suriah," kata Sekjen Liga Arab, Nabil el-Arabi.
Dia menambahkan persoalan itu sekarang tengah dibicarakan dengan dewan Liga Arab.
Bukan kejutan
Sementara itu pemerintah Suriah menyesalkan penghentian misi tersebut.
"Pemerintah Suriah terkejut dan menyesal dengan keputusan yang diambil el-Arabi untuk menunda misi pemantauan setelah pada minggu lalu memutuskan untuk memperpanjang misi tersebut selama satu bulan," bunyi pernyataan yang dilansir oleh kantor berita Suriah, Sana pada situs resminya.
"Mengingat memburuknya krisis di Suriah maka telah diputuskan untuk segera menghentikan kegiatan misi Liga Arab di Suriah"
Nabil el-Arabi
"Ini akan memberikan dampak negatif dan menempatkan tekanan pada Dewan Keamanan PBB untuk membahas hal itu dan tujuan akhirnya adalah meminta keterlibatan asing dan mendorong keterlibatan kelompok bersenjata lain yang justru akan meningkatkan kekerasan," kata seorang pejabat Suriah kepada stasiun televisi milik pemerintah, Syria TV.
Sebelumnya misi pemantauan Liga Arab ini juga telah mendapat kritikan dari kelompok oposisi, mereka mengatakan misi ini sebagai misi yang tidak mempunyai gigi.
Analis Timur Tengah BBC, Sebastian Usher mengatakan penghentian misi ini bukanlah sebuah kejutan setelah sejumlah aktivisi HAM menuding Presiden Suriah Bashar al-Assad menggunakan misi ini untuk mengulur waktu.
Misi ini juga tidak berhasil menekan angka korban kekerasan di negara itu karena setidaknya 200 orang yang tewas sejak misi itu diperpanjang selama sebulan pada Selasa lalu.










