
Sarkozy mengatakan insiden penembakan tidak bisa diterima.
Prancis menangguhkan program latihan untuk angkatan bersenjata Afghanistan setelah seorang tentara Afghanistan mengeluarkan tembakan ke arah pasukan Prancis, menewaskan empat orang.
Dalam insiden di Lembah Taghab, Provinsi Kapita, Afghanistan Utara ini, 16 tentara Prancis lainnya mengalami luka-luka.
Presiden Nicolas Sarkozy mengatakan angkatan bersenjata Prancis juga akan menghentikan semua operasi militer bersama dengan pasukan Afghanistan.
"Saya mengirim Menteri Pertahanan Prancis, Gerard Longuet dan panglima angkatan bersenjata ke Afghanistan. Untuk sementara ini, semua pelatihan dan operasi tempur gabungan dihentikan," kata Sarkozy dalam pertemuan dengan para diplomat di Paris, hari Jumat (20/1).
Sarkozy mengatakan bila situasi keamanan tidak membaik mungkin pihaknya akan menarik pasukan Prancis dari Afghanistan lebih awal.
Pelaku penembakan terhadap tentara Prancis telah ditangkap.
Rasa saling percaya
Ini bukan pertama kalinya pasukan Barat menjadi korban penembakan tentara Afghanistan.
Banyak kalangan mengatakan insiden semacam ini mempengaruhi rasa saling percaya antara militer Barat dan angkatan bersenjata Afghanistan.
Sarkozy menyebut insiden penembakan ini tidak bisa diterima.
Sejak NATO melancarkan perang di Afghanistan pada 2001, tidak kurang dari 2.500 pasukan asing tewas dan insiden terbaru membuat tentara Prancis yang tewas di negara tersebut menjadi 82.
Sementara itu Taliban mengatakan mereka menembak jatuh helikopter NATO di Afghanistan selatan, menewaskan enam tentara.
NATO mengatakan jatuhnya helikopter ini kemungkinan akibat kecelakaan.










