Militer Guatemala ikut berantas narkoba

Terbaru  16 Januari 2012 - 08:51 WIB
Otto Perez Molina

Presiden Guatemala Otto Perez Molina memerintahkan militernya memerangi para pengedar narkoba.

Sehari setelah dilantik, Presiden Guatemala Otto Perez Molina memerintahkan militernya untuk bergabung memerangi para kartel pengedar obat-obatan terlarang.

Dalam perintahnya, Perez Molina yang pensiunan jenderal itu meminta angkatan bersenjata untuk menetralisasi kejahatan terorganisasi.

Dalam pidatonya di hadapan pasukan angkatan bersenjata dia meminta agar militer bekerja sama dengan aparat keamanan lainnya untuk membasmi kejahatan terorganisasi di daratan, udara dan laut.

Untuk menjalankan perintahnya itu maka pemerintah akan menyediakan tambahan pesawat terbang, kapal cepat dan berbagai jenis kendaraan tempur.

Guatemala kini mengikuti jejak Meksiko dan honduras yang melibatkan militer dalam memerangi para pengedar narkotika.

Molina yang menjadi mantan militer pertama yang memimpin Guatemala sejak 1986 telah berjanji akan memerangi peredaran narkotika dan menekan angka kejahatan di negeri Amerika Tengah itu.

Bahkan selama masa kampanyenya Molina telah berjanji akan menjaga keamanan negeri itu dan jika perlu menggunakan tangan besi.

Korupsi polisi

Pada Desember lalu, sebelum mengakhiri masa jabatannya Presiden Guatemala Alvaro Colom memberi wewenang khusus kepada militer untuk mengendalikan Provinsi Alta Verapaz di wilayah utara.

Para pejabat Guatemala mengatakan provinsi itu dikuasai para pengedar narkotika Meksiko yang tergabung dalam kartel Zetas.

Seorang juru bicara pemerintah mengatakan kartel Zetas sepenuhnya menguasai kepolisian Alta Verapaz sehingga membiarkan para kriminal bebas berkeliaran.

Wewenang istimewa itu memungkinkan militer melakukan pemeriksaan dan penahanan tanpa surat perintah di seluruh wilayah Alta Verapaz.

Dan di bawah perintah Presiden Molina maka militer akan ikut dalam perang melawan kejahatan terorganisasi di negeri itu.

Guatemala adalah titik transit utama penyelundupan kokain dari Kolombia, melalui Guatemala lalu ke Meksiko sebelum berakhir di Amerika Serikat.

Aparat keamanan Guatemala mengatakan operasi kartel Zetas di wilayah Guatemala terus meningkat sejak Presiden Meksiko Felipe Calderon meningkatkan tekanan terhadap para pengedar narkotika di negeri itu.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.