
Peziarah Syiah beberapa kali menjadi sasaran bom bunuh diri di Irak.
Setidaknya 15 orang tewas dalam serangan bom bunuh diri di lokasi ziarah kaum Syiah di selatan kota Basra, Irak, seperti disampaikan oleh polisi dan sumber keamanan.
Laporan menyebutkan, serangan tersebut terjadi ketika festival Arbain digelar, salah satu dari hari suci dalam kalender Syiah.
Pengamanan di lokasi festival diperketat, karena ada kekhawatiran adanya serangan bom selama acara berlangsung.
Sejumlah orang telah tewas dalam serangan di tempat ziarah penganut Syiah selama beberapa pekan terakhir.
"Seorang teroris menggunakan seragam polisi dan membawa kartu identitas polisi palsu, mencoba untuk mendekati sebuah pos pemeriksaan dan meledakan diri diantara polisi dan peziarah," kata seorang polisi yang berada di lokasi kejadian, seperti disampaikan oleh kantor berita Reuters.
Korban tewas merupakan peziarah Syiah dan kepolisian.
Serangan terjadi di pos pemeriksaan yang dilewati peziarah dalam perjalanan ke masjid utama Syiah di Basra bagian barat, seperti dilaporkan Reuters.
Kekerasan terjadi hanya beberapa pekan sejak pasukan tentara AS meninggalkan Irak, dan ditengah krisis politik, yang meningkatkan ketegangan antara mayoritas Syiah dan minoritas Sunni.
Bulan lalu, pemerintah yang didominasi oleh Syiah memerintahkan penahanan Wakil Presiden dari kelompok Sunni President Tariq al-Hashemi dengan tuduhan terorisme.










