Thailand tangkap pria Lebanon

Terbaru  13 Januari 2012 - 22:58 WIB
Aparat Thailand

Pemerintah Thailand menegaskan situasinya sekarang sudah terkendali.

Pihak berwenang Thailand menangkap seorang pria Lebanon yang diduga mempunyai hubungan dengan kelompok militan Hisbullah, setelah mendapatkan peringatan dari Israel.

Wakil Perdana Menteri, Chalerm Yoobamrung, mengatakan seorang ditangkap terkait dugaan pelanggaran keimigrasian.

"Menyusul kekhawatiran yang disampaikan oleh kedutaan besar Israel tentang kemungkinan serangan oleh sekelompok teroris Lebanon di Bangkok, pejabat kepolisian Thailand telah melakukan koordinasi dengan pejabat Israel sebelum Tahun Baru," kata Yoobamrung seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Dia menegaskan situasi sekarang terkendali dan menyerukan kepada masyarakat untuk tidak khawatir.

Menurutnya, kepolisian Thailand melacak dua pria Lebanon dan memanggil salah seorang untuk diperiksa.

"Secara teknis kedua pria belum melakukan tindak kejahatan berdasarkan undang-undang Thailand, jadi kami hanya bisa menggunakan undang-undang keimigrasian untuk menahan satu orang ini," jelas Chalerm Yoobamrung kepada kantor berita Associated Press.

Peringatan AS untuk warganya

Seorang pejabat kementerian pertahanan mengatakan Israel menghubungi pihak berwenang Thailand pada 22 Desember untuk menyampaikan informasi bahwa kedua pria itu mungkin merencanakan serangan di Thailand, tetapi mereka telah meninggalkan Thailand.

Kuil di Bangkok

Dalam peringatannya Amerika Serikat tidak menyebut potensi ancaman di Bangkok.

Israel kemudian mengirim peringatan kedua pada 8 Januari 2012.

Kementerian luar negeri Israel menolak memberikan komentar terkait masalah ini. Kedutaan besar Amerika di Bangkok mengeluarkan peringatan hari Jumat lalu (6/12) kepada warga Amerika untuk "berhati-hati bila berkunjung ke tempat-tempat umum yang banyak dikunjungi turis Barat".

Namun kedutaan Amerika tidak memberikan rincian mengenai potensi ancaman.

Pihak berwenang Thiland mengatakan saat ini tidak diperlukan peringatan umum karena hanya akan "menimbulkan kepanikan dan mempengaruhi pariwisata kita".

Selama beberapa tahun terakhir Bangkok telah diguncang sejumlah bom skala kecil yang diperkirakan dilakukan dengan motif politik, dan kelompok separatis melancarkan serangan di Thailand bagian selatan.

Namun serangan terhadap warga asing atau oleh orang asing jarang terjadi.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.