BBC navigation

AS prihatinkan tindakan keras aparat Bahrain

Terbaru  8 Januari 2012 - 15:34 WIB
Nabeel Rajab

Menurut kubu oposisi Nabeel Rajab dipukuli saat melakukan unjuk rasa di Manama.

Kementerian Luar Negeri AS menyatakan keprihatinannya terhadap nasib pegiat HAM, Nabeel Rajab, yang menjadi korban pemukulan pasukan keamanan Bahrain.

Sejumlah aktivis dari kelompok oposisi mengatakan pasukan keamanan memukuli Rajab di bagian punggung, kepala dan leher ketika dia sedang mengikuti aksi unjuk rasa pada hari Jumat (6/1).

Sejauh ini laporan kelompok oposisi ini dibantah oleh Kementerian Dalam Negeri Bahrain. Meski demikian AS meminta agar tuduhan itu diselidiki secara serius.

Kementrian Dalam Negeri Bahrain dalam penjelasannya mengatakan Rajab terjatuh saat melakukan unjuk rasa dan petugas polisi saat itu justru membantu membawanya ke rumah sakit.

Sebuah video tentang aksi unjuk rasa di wilayah telah dipublikasikan dan aksi ini disebut sebagai aksi unjuk rasa yang tidak berizin di Manama, ibu kota Bahrain.

Kementerian Luar Negeri AS mengatakan fakta tentang insiden ini memang masih simpang siur namun secara umum mereka sangat prihatin terhadap "seringnya laporan yang menyebutkan tindakan kekerasan berlebihan yang dilakukan oleh petugas polisi Bahrain."

Sikap berbeda AS

Wartawan BBC di Washingthon, Rajesh Mirchandani, mengatakan pernyataan keras AS terhadap Bahrain ini merupakan sesuatu yang tidak biasa. Sebelumnya bahkan ketika penanganan aksi unjuk rasa di negara itu mendapat kritikan dari dunia internasional, AS terlihat tidak banyak mengeluarkan sikap.

Meskipun AS merupakan pendukung gerakan demokrasi di timur tengah namun sikap mereka terhadap pemimpin Bahrain sedikit berbeda.

Pemerintahan Obama menilai, kelompok Sunni yang berkuasa di Bahrain merupakan negara sekutu paling penting bagi AS untuk menghadapi pengaruh Iran yang dikuasai kelompok Syiah.

Aksi unjuk rasa di Bahrain yang berlangsung sejak Februari tahun lalu dimotori oleh kelompok mayoritas Syiah yang menuntut hak yang lebih besar sebagai warga negara.

Pasukan keamanan Bahrain kerap menggunakan kekerasan yang berlebihan untuk mengendalikan aksi unjuk rasa dari kelompok Syiah.

Setidaknya 40 orang dilaporkan telah tewas akibat aksi brutal petugas keamanan dalam membubarkan para pengunjuk rasa.

Kekerasan ini telah memicu kemarahan warga Syiah terhadap keluarga raja dan kelompok elit politik Bahrain.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.