BBC navigation

Tanah longsor di Filipina, 25 tewas

Terbaru  5 Januari 2012 - 11:57 WIB
Filipina

Wilayah selatan di Filipina sering terjadi tanah longsor akibat hujan lebat.

Setidaknya 25 orang meninggal dan sekitar 100 orang hilang dalam bencana tanah longsor di sebuah pertambangan desa di bagian selatan Filipina, seperti disampaikan oleh media lokal.

Tanah longsor terjadi pada Kamis pagi di Pantukan, Provinsi Compostela Valley, Pulau Mindanao itu menimpa tambang emas rakyat.

Bencana serupa pernah terjadi di daerah itu, pada April 2011 lalu, dan menewaskan 14 orang.

"Sebuah uni militer berada di wilayah itu, tetapi mereka melakukan penggalian dengan tangan mereka," kata kepala pertahanan sipil, Benito Ramos kepada kantor berita AFP.

Ramos menambahkan sudah meminta tambahan peralatan kepada pemerintah provinsi dan perusahaan tambang lokal untuk mempercepat upaya penyelamatan.

Menurut pejabat setempat, hujan lebat sering terjadi di wilayah itu selama beberapa hari terakhir dan kemungkinan menjadi penyebab tanah longsor.

Aktivitas tambang yang tidak diatur telah menyebabkan wilayah pengunungan tidak stabil dan menyebabkan sejumlah kecelakaan, seperti disampaikan oleh media lokal.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.