Demonstrasi di Suriah berlanjut

Terbaru  30 Desember 2011 - 14:37 WIB
Demonstrasi di Suriah

Sekitar 120 orang pemrotes tewas sejak tim Liga Arab tiba di Suriah, awal pekan ini, kata aktivis.

Aktivis Suriah telah menyerukan untuk menggelar demonstrasi massal pada Jumat ini menentang Presiden Bashar al-Assad, dan pemantau Arab melanjutkan misinya.

Koresponden mengatakan kehadiran pemantau telah membesarkan hati para pemrotes, meskipun pembunuhan masih berlanjut.

Lebih dari 40 orang tewas pada Kamis lalu (29/12), seperti disampaikan aktivis, terutama setelah pasukan keamanan menembak kerumunan massa yang berkumpul di kawasan yang direncanakan akan dikunjungi tim Arab.

Setidaknya 5.000 orang tewas sejak demosntrasi terjadi sejak Maret lalu.

Rencana perdamaian Liga Arab meminta untuk menghentikan kekerasan, menarik mundur pasukan bersenjata dan membebaskan tahanan.

Misi Arab menghadapi kritikan karena dipimpin oleh Jenderal Sudan, Mustafa al-Dabi, yang dituduh lembaga pemerhati HAM Amnesty International melakukan pelanggaran HAM di negaranya.

Tetapi Liga mengatakan Jenderal Dabi mendapatkan dukungan penuh, dan AS mendesak agar para pengkritik untuk memberikan kesempatan tim untuk menyelesaikan tugas mereka.

Ranting zaitun

Aktivis menyerukan protes massal pada Jumat ini, yang merupakan hari tradisi untuk menggelar demonstrasi.

"Pada Jumat kami akan berjalan ke lapangan kemerdekaan, " dalam halaman jejaring Facebook Revolusi Suriah 2011, seperti disampaikan oleh Associated Press.

"Kami akan berjalan seperti yang kami lakukan di Homs dan Hama ketika kami hanya membawa ranting pohon zaitun untuk menentang kelompok (Presiden Bashar al-Assad) yang memukul kami dengan pasukan meriam dan senjata mesin."

Kepala observasi untuk HAM, Rami Abdul-Rahman, mengatakan inisiatif Liga Arab hanya merupakan" satu-satunya sinar cahaya" yang ada untuk Suriah.

"Kehadiran para pemantau di Homs menyingkirkan hambatan ketakutan," kata dia kepada AFP.

Salah satu aktivis di Hama mengatakan kepada Reuters:" Kami tahu karena mereka disini, tidak berarti pertumpahan darah akan berhenti. Tetapi setidaknya mereka akan melihat".

Sedikitnya 120 orang tewas sejak tim pemantau tiba di negara itu pada Senin lalu, menurut para aktivis.

Tim pemantau telah berkunjung ke sejumlah provinsi Homs, Idlib dibagian utara, Deraa di Selatan, Hama dan ibukota Damaskus.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.