BBC navigation

Dunia kutuk serangan Natal di Nigeria

Terbaru  26 Desember 2011 - 08:48 WIB

Pernyataan berisi kecaman terhadap pelaku kekerasan di Nigeria tepat pada malam Natal yang menewaskan 40 orang muncul dari berbagai penjuru dunia.

Serangan bom Nigeria

40 orang tewas sebagian besar jemaat misa Natal di gereja St Theresa, dekat Abuja.

Kantor Presiden AS di Gedung Putih menyatakan serangan itu adalah "kekerasan tanpa otak" sementara menurut Menlu Inggris bom diledakkan para "pengecut".

Menurut juru bicara Gedung Putih investigasi awal menunjukkan serangan bom ini merupakan "aksi teroris" dan berjanji akan membantu Nigeria menangkap pelakunya.

Presiden Prancis Nicolas Sarkozy menyampaikan "solidaritas terhadap upaya (Nigeria) melawan aksi terorisme", sementara Menlu Jerman Guido Westerwelle mengatakan: "Bahkan pada hari Natal, dunia tetap tak bebas dari sikap pengecut dan rasa takut akan terorisme."

Israel mengatakan akan mengirim bantuan kesehatan ke Nigeria dan "mengutuk serangan pada hari Natal itu sekeras mungkin".

Sementara menurut Vatikan menyerang gereja adalah "kebencian buta" yang bertujuan "menumbuhkan dan menyuburkan kebencian dan kebingungan".

Presiden Nigeria, Goodluck Jonathan, yang juga penganut Kristiani, mengatakan: "Saya ingin yakinkan semua warga Nigeria bahwa pemerintah tak akan tinggal diam dalam upaya menghukum para pelaku (kejahatan ini)."

Marah

Kelompok militan Islam Boko Haram mengatakan mereka bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Sebuah ledakan di luar gereja dekat ibukota Abuja menewaskan 35 orang, sementara seorang polisi tewas di kota Jos dan empat korban lainnya terbunuh di kota Damaturu.

Presiden Goodluck Jonathan mengatakan serangan ini merupakan "tantangan terhadap kebebasan dan keamanan kita bersama" dan menambahkan: "Nigeria harus bersatu untuk mengutuknya."

Peta Kekerasan di Nigeria

Boko Haram merajalela dengan berbagai aksi serangan di Nigeria.

Pada serangan pertama di luar Gereja St Theresa di Madalla, dekat Abuja, 35 orang tewas dan 50 lainnya luka.

Rumah-rumah sekitar turut hancur jadi korban.

Romo Christopher Barde kepada Kantor Berita AFP mengatakan ledakan bom terjadi menjelang misa pagi selesai.

"Sangat mengerikan," katanya. "Beberapa korban (luka) lari ke arah saya (mengatakan)' Romo tolong obati saya'."

Masyarakat setempat dilaporkan marah akibat serangan dan juga karena lambatnya bantuan darurat datang.

Kantor berita Reuters melaporkan ribuan anak muda membangun penghalang di jalan-jalan menuju ibukota dari arah utara yang didominasi kelompok Muslim, dan bentrok dengan polisi yang menembakkan gas air mata.

Di Jos, sebuah ledakan dekat Gereja Gunung Api dan Keajaiban, diikuti rentetan tembakan yang menewaskan satu polisi, kata juru bicara pemerintah Pam Ayuba kepada kantor berita Associated Press.

Di Damaturu, arah timur laut, terjadi dua kali ledakan. Salah satunya adalah bom bunuh diri dengan mobil yang ditujukan pada konvoi pasukan pengamanan pemerintah.

Menurut wartawan BBC empat orang tewas termasuk pelaku ledakan.

Ledakan lain terjadi di kota Gadaka, dekat Damaturu.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.