BBC navigation

Bentrokan di Mesir kembali telan korban

Terbaru  19 Desember 2011 - 18:08 WIB
Pengunjuk rasa Mesir

Pengunjuk rasa Mesir mengangkat foto tentara yang menyeret demonstran perempuan.

Bentrokan kembali terjadi antara pasukan keamanan dan pengunjuk rasa di lapangan Tahrir, Mesir dan kembali menelan satu orang korban jiwa.

Tentara dan polisi bergerak ke Lapangan Tahrir Senin (19/12) pagi dengan menggunakan pemukul dan gas air mata untuk membubarkan demonstran dan korban meninggal sejak Jumat lalu mencapai 11 orang.

Demonstran bergerak masuk ke lapangan di ibukota Kairo itu sementara tentara menutup jalan-jalan di sekitarnya.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton mengatakan ia "sangat prihatin" dengan kekerasan yang terjadi.

Clinton mendesak pasukan keamanan untuk "mengharga dan melindungi hak-hak semua rakyat Mesir, termasuk hak kebebasan berekspresi dan berkumpul."

"Mereka yang melakukan protes harus melakukannya dengan damai dan menghindari tindak kekerasan," kata Clinton.

Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-moon juga mengatakan ia sangat khawatir atas "penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh pihak keamanan," dan menyerukan pemerintah untuk menjunjung hak asasi.

Dalam beberapa minggu terakhir, ribuan orang turun ke jalan-jalan, dan menuntut dewan militer menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah sipil.

Bercak-bercak darah

"Meriam air ditembakkan ke arah pengunjuk rasa dan kami mendengar bunyi tembakan dari arah pasukan keamanan"

Ahmed Raafat

Wartawan BBC Yolanda Knell di Kairo mengatakan bercak-bercak darah terlihat di lapangan Tahrir dan banyak aktivis yang luka-luka.

"Meriam air ditembakkan ke arah pengunjuk rasa dan kami mendengar bunyi tembakan dari arah pasukan keamanan," kata salah seorang saksi Ahmed Raafat keapda BBC.

Bentrokan terakhir ini terjadi setelah putaran kedua pemilihan parlemen.

PBB dan Amerika menyatakan khawatir atas penggunaan kekerasan oleh pemerintah Mesir.

Dalam beberapa hari terakhir, polisi dan tentara dengan perlengkapan anti huru hara tertangkap dalam rekaman video memukul para aktivis setelah mereka jatuh.

Salah satu foto yang diambil hari Sabtu (17/12) menunjukkan dua tentara Mesir menyeret seorang perempuan.

Kementerian kesehatan Mesir mengatakan 10 orang tewas dan 505 terluka dalam bentrokan sejak hari Jumat (16/12).

Sejumlah warga Mesir menyatakan kemarahan dan sejumlah lain memusatkan diri untuk ikut pemilu, menurut wartawan BBC Yolanda Knell.

Partai-partai Islam diperkirakan akan meraih suara mayoritas dalam Majelis Rakyat Mesir.

Partai Kebebasan dan Keadilan milik Ikhanul Muslimin mengatakan mereka meraih 39% suara dalam putaran kedua pemilu minggu lalu.

Sementara partai ultrakonservatif Salafist al-Nour mendapat sekitar 30%.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.