BBC navigation

Obama sambut akhir perang di Irak

Terbaru  15 Desember 2011 - 10:06 WIB
Presiden Obama

Presiden Obama menjanjikan penarikan pasukan dari Irak sebagai janji kampanye.

Presiden Barack Obama menandai akhir perang Irak dengan memuji apa yang ia sebut "capaian luar biasa" pasukan Amerika Serikat dalam konflik yang ia tentang keras.

Dalam pidato di Fort Bragg, North Carolina, Obama memuji tentara yang telah ikut dan gugur dalam perang serta keluarga mereka.

Tentara terakhir Amerika Serikat akan ditarik dari Irak dalam beberapa hari ini.

Partai Republik mengkritik penarikan itu dengan mengangkat kemungkinan ketidakstabilan di Irak. Namun sebagian besar rakyat Amerika justru menyambut langkah Obama.

Dalam pidato hari Rabu (14/15), Presiden Obama memuji keberanian pasukan Amerika Serikat dalam perang yang berlangsung selama hampir sembilan tahun tersebut.

Obama naik menjadi presiden pada 2008 antara lain karena penentangan terhadap perang Irak.

"Besok keberadaan pasukan Amerika Serikat di Irak...akan secara resmi berakhir dalam upacara di Baghdad," kata Obama dalam kunjungan pertama ke Fort Bragg.

"Mereka kemudian akan memulai perjalanan kembali ke tanah air."

"Sebagai kepala angkatan bersenjata atas nama bangsa, saya bangga untuk mengucapkan dua kata ini - selamat datang, selemat datang, selamat datang," katanya di hadapan ribuan pasukan di hanggar pesawat.

Tidak populer di mata rakyat

"Besok keberadaan pasukan Amerika Serikat di Irak...akan secara resmi berakhir dalam upacara di Baghdad"

Presiden Obama

Pasukan tempur terakhir telah ditarik bulan Agustus tahun lalu.

Jumlah pasukan Amerika Serikat di Irak mencapai 170.000 pada tahun 2007 dan minggu ini sekitar 5.500 yang tersisa.

Presiden Obama menetapkan jadwal penarikan pasukan sebagai janji dalam pemilihan presiden tahun 2008.

Dalam kampanyenya, ia tampil sebagai calon antiperang dan menekankan perlunya untuk memulangkan pasukan dan membangun kembali perekonomian Amerika Serikat.

Perang Irak yang dilancarkan pemerintahan Bush bulan Maret 2003 sangat tidak populer di kalangan rakyat Amerika karena klaim bahwa Presiden Saddam Hussein menyembunyikan senjata perusak masal dan pendukung al-Qaida ternyata tidak benar.

Obama mengatakan perang itu adalah "sumber kontroversi di dalam negeri."

Ia mengakui waktu penarikan tidak sempurna namun menyatakan pasukan Amerika meninggalkan "Irak yang berdaulat, stabil dan mandiri, dengan pemerintahan yang dipilih oleh rakyat."

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.