
Sedikitnya 58 orang tewas dalam serangan bom di dua tempat di Afghanistan.
Presiden Afghanistan Hamid Karzai membatalkan kunjungannya ke Inggris, dan kembali ke negaranya, menyusul peristiwa serangan di Kabul dan bagian utara kota Mazar-i-Sharif.
Serangan kembar itu menargetkan muslim Syiah dan menewaskan sedikitnya 58 orang.
Sebuah bom bunuh diri terjadi di Kuil Abu Fazal di Kabul, menewaskan 54 orang, serta menyebabkan 150 orang luka-luka.
Hampir bersamaan waktunya dengan ledakan bom di dekat masjid Syiah di Mazar-i-Sharif.
Bom di dekat masjid Mazar-i-Sharif diletakan di sebuah sepeda, dan meledak tak lama setelah ledakan bom di Kabul.
Empat orang tewas dan 17 orang terluka akibat peristiwa tersebut.
Serangan nampaknya dilakukan kelompok sektarian, meninbulkan kekhawatiran meningkatnya tindak kekerasan.
Kepala departemen investigasi kriminal di Kabul, Mohammad Zahir mengatakan sampai saat ini belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
Sebuah pernyataan dari Taliban menyebutkan kelompok itu tidak berada di balik serangan.
Konferensi internasional

Peringatan hari Ashura merupakan hari libur nasional di Afghanistan.
Selasa lalu, Karzai berasa di Jerman setelah menghadiri konferensi internasional tentang Afghanistan di Bonn Jerman, dan akan mengunjungi Inggris untuk bertemu dengan Perdana Menteri David Cameron, Rabu ini.
Sebelumnya dia mengatakan "pertama kalinya perayaan hari suci di Afghanistan dinodai oleh tindakan terorisme".
Peristiwa ledakan bertepatan dengan perayaan hari Ashura - perayaan penting bagi muslim Syiah dan menjadi hari libur nasional di Afghanistan.
Ashura merupakan puncak dari peringatan Muharram, bulan duka cita bagi cucu Nabi Muhammad yang meninggal secara syahid.
Meski sejak dulu, hubungan antara muslim Sunni dan minoritas Syiah tidak harmonis, tetapi sebagian besar serangan di Afghanistan dalam beberapa tahun terakhir ini menargetkan pejabat pemerintah atau pasukan internasional, seperti dilaporkan oleh koresponden BBC.
Kekerasan seperti yang terjadi di Pakistan dan Irak, jarang terjadi, seperti disampaikan oleh wartawan BBC di Kabul Quentin Sommerville.
Pakistan memboikot konferensi Bonn setelah serangan Nato yang menewaskan 24 tentaranya di pos pemeriksaan dekat perbatasan Afghan, bulan lalu.
Selama konferensi berlangsung, pejabat keamanan Afghan dalam konferensi merasa khawatir akan terjadi serangan di Kabul akan mengalihkan perhatian.










