India tunda buka pasar supermarket asing

Terbaru  7 Desember 2011 - 18:32 WIB
Pasar tradisional di India

Sekitar 20 juta pedagang dan penjaga toko turut menentang kehadiran supermarket asing di India.

Pemerintah India menunda rencana untuk membuka pasar India bagi jaringan supermarket asing setelah ditentang keras oleh sejumlah kalangan, kata menteri keuangan India.

Menteri Keuangan India Pranab Mukherjee mengatakan keputusan menunda rencana pembukaan pasar India bagi jaringan suparmarket asing, diambil untuk memungkinkan persetujuan umum dalam masalah yang peka ini.

"Keputusan untuk mengizinkan investasi asing langsung 51% di sektor eceran akan ditunda sampai dicapai kata mufakat melalui konsultasi," kata Pranab Mukherjee kepada parlemen hari Rabu (7/12).

Selama 10 hari terakhir, partai-partai oposisi memaksa sidang-sidang parlemen ditunda terkait masalah ini, lapor wartawan BBC di Delhi Sanjoy Majumder.

Rencana pembukaan pasar India bagi supermarket asing juga ditentang keras oleh sekitar 20 juta penjaga toko kecil dan kalangan bisnis yang selama ini mendominasi sektor eceran di India dan mereka khawatir masa depan mereka terancam.

Keuntungan bagi konsumen

Namun penundaan rencana ini merupakan pukulan berat bagi pemerintah pimpinan Perdana Menteri Manmohan Singh karena pembukaan pasar India bagi jaringan supermarket asing seperti Wal-Mart, Carrefour, dan Tesco dianggap sebagai contoh bentuk reformasi ekonomi.

Pasar tradisional di India

Para penentang berpendapat kehadiran suparmarket asing akan mematikan pasar tradisional.

Rencana pembukaan pasar eceran bagi jaringan supermarket asing tersebut baru saja diumumkan dua minggu lalu.

Banyak kalangan berpendapat langkah itu akan membantu perekonomian negara dengan pertumbuhan tercepat kedua di dunia yang memungkinkan kalangan petani mendapatkan pendapatan lebih besar dari hasil pertanian dan membuat konsumen mendapatkan harga lebih murah.

Federasi Kamar Dagang dan Industri India (FCCI) menyebut penundaan rencana ini sebagai langkah yang "sangat mengecewakan".

"Sangat penting untuk menerapkan reformasi seperti ini bagi perekonomi secara keseluruhan," demikian pernyataan FICCI.

Para pengamat mengatakan keputusan pemerintah akan semakin memperkuat dugaan perpecahan di tingkat pemerintah di tengah-tengah memburuknya data ekonomi.

"Ini merupakan kemunduran besar dan tidak akan bisa diterima dengan baik oleh investor asing," kata P. Phani Sekhar, seorang pelaku pasar di perusahaan Angel Broking, Mumbai seperti dikutip kantor berita AFP.

Sektor retail India diperkirakan sebesar US$470 miliar.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.