bbc.co.uk navigation

ADB turunkan ramalan pertumbuhan Asia Timur

Terbaru  6 Desember 2011 - 14:19 WIB
Proyek konstruksi di Indonesia

Laju ekonomi kawasan Asia Timur dianggap termasuk yang paling tinggi di dunia.

Bank Pembangunan Asia lagi-lagi menurunkan angka prakiraan pertumbuhan ekonominya untuk kawasan Asia Timur yang sedang tumbuh, dengan peringatan akan adanya dampak krisis utang Eropa.

Lembaga keungan ini menaksir 14 negara di kawasan akan tumbuh 7,2% pada 2012, turun dari taksiran sebelumnya 7,5% yang dikeluarkan pada September lalu.

Sementara untuk 2011 menurut ADB angka pertumbuhan kawasan ini tetap 7,5%.

Yang dimaksud sebagai kawasan Asia Timur adalah Asean (Asosiasi Negara Asia Tenggara) termasuk Cina, Hong Kong, Korea Selatan dan Taiwan.

ADB mengatakan turunnya ramalan pertumbuhan terjadi terutama akibat mengendurnya permintaan di pasar eksternal.

Masalah di kawasan Eropa, kata ADB, bisa berubah menjadi malapetaka ekonomi global dan berujung pada krisis ekonomi dunia.

"Efek tahap pertama akan menimpa negara-negara yang memang sangat tergantung pada pasar ekspor," kata Iwan Azis, kepala Kantor Integrasi Ekonomi Kawasan ADB.

"Efek kedua sayangnya akan langsung mengenai seluruh negara yang sedang tumbuh di kawasan ekonomi Asia Timur," tambah Iwan.

Dengan latar belakang semacam ini ADB menganjurkan agar negara-negara di kawasan "merespon dengan segera, tegas, dan bersama" dalam upaya bersiaga menghadapi krisis.

ADB juga mengingatkan akibat buruk dari praktek-praktek ekonomi lain seperti proteksionisme, yang bisa berakibat pada pelarian modal dan inflasi.

Meski demikian, menurut laporan ADB inflasi di kawasan ini "sudah melewati puncaknya" pada sebagian besar negara sehingga tidak diprediksi muncul resiko resesi di kawasan.

Link terkait

BBC © 2012 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.